Senin, 14 Mei 2012

GRAZIE RAGAZZI..!!!

Mereka dimataku, mereka dihatiku, mereka idolaku:

Nesta = kukenal dgn tackling-nya yang bersih, lawan sulit menembus pertahanan Milan jika ada dia di lini belakang. Messi orang yang paling stress dibuatnya.

Inzaghi = kukenal sebagai pemain dengan penempatan posisi yang baik untuk menghasilkan gol. sering menjadi pemecah kebuntuan tim. namun orang malah menyebutnya raja offside, itu fitnah..!

Gattuso = kukenal sebagai pemain yang memiliki sifat temperamental yang mampu menciutkan nyali lawan. CR7 bahkan tak bisa melewatinya. ini fakta..!

Seedorf = kukenal sebagai pemain yang pandai menggocek bola dan akurasi tendangan yang 90% selalu tepat sasaran.

GOODBYE MY HEROES... YOU'RE ALWAYS IN MY HEART.
GRAZIE RAGAZZI..!!!

Jumat, 02 Maret 2012

Kebanyakan Presiden Indonesia

  1. Soekarno = banyak istrinya
  2. Soeharto = banyak hartanya
  3. Habibi = banyak omongnya
  4. Megawati = banyak diamnya
  5. Susilo Bambang Yudhoyono = banyak albumnya

Selasa, 27 September 2011

Pemimpin Yang Baik

Ayat bacaan: Yak 1:8  "Sebab orang yang mendua hati tidak akan tenang dalam hidupnya."

Seorang pemimpin yang baik adalah pemimpin yang dapat mengendalikan situasi, tetap tenang dalam kondisi sepanik apapun, bukan sebaliknya, duluan panik dan malah bikin panik ketika orang lain masih tenang. Akibat dari ketenangan itu, seorang pemimpin teladan akan dapat mengambil solusi yang benar, yang terbaik untuk apa yang ia pimpin, dan tidak akan terganggu oleh suasana ketidakpastian disekitarnya. Pemimpin yang bijaksana akan mengambil keputusan berdasarkan apa yang terbaik, bukan apa yang populer, atau dapat mempopulerkan dirinya sendiri.

Sekelumit gambaran pemimpin yang baik, yang tampaknya sangat sederhana, namun di hari-hari ini justru hal seperti ini menjadi sebuah barang langka. Terlalu banyak orang rebutan menjadi pemimpin, saling tonjok, saling sikut, menghalalkan segala cara, hanya untuk popularitas dirinya sendiri. Ketika suasana menuntut kepemimpinan yang benar-benar bijaksana, seringkali mereka tidak sanggup untuk itu. Kepanikan malah lebih sering menerpa para pemimpin terlebih dahulu, dan akibatnya semua bawahan, karyawan atau warga yang dipimpinnya akan menjadi panik.

Di hari-hari yang dipenuhi masalah, ketidakpastian, kesulitan dan ketidakstabilan seperti sekarang ini, dunia sedang butuh pemimpin yang baik. Negara butuh pemimpin yang baik, kota butuh pemimpin yang baik, sebuah organisasi butuh pemimpin yang baik, rumah tangga butuh pemimpin yang baik. Adalah gampang jika kita berkata, "kenapa jarang muncul pemimpin-pemimpin dari anak Tuhan?" , tapi bukan disitu akar permasalahannya. Justru, kenapa diantara anak Tuhan masih banyak yang belum mempersiapkan dirinya untuk menjadi pemimpin yang baik. Seringkali keraguan, ketakutan, ketidakyakinan diri masih saja mewarnai hidup kita, walaupun Tuhan telah menjanjikan segala sesuatunya, dan kita tahu bahwa janji-janji Tuhan akan selalu ditepati. Seringkali ketika kita menghadapi masalah, kita lebih dulu panik, ketimbang berpegang teguh pada Tuhan. Ketika diri anda diselimuti keraguan, anda tidak akan pernah berada dalam kondisi tenang, dan akibatnya anda pun tidak akan dapat mencari solusi yang paling optimal. Kepanikan tidak seharusnya dapat tempat dalam hidup kita yang percaya sepenuhnya pada Yesus.

Persiapkanlah diri anda, teruslah tumbuh dalam Tuhan, dan teruslah pelihara takut akan Tuhan. Jadilah pemimpin yang baik, yang mengikuti semua isi hati Tuhan. Kita harus tetap siap ketika dunia butuh sosok yang menenangkan dan mampu mengendalikan situasi, karena dalam Yesus selalu ada jawaban dan solusi. Siapkah anda menjadi pemimpin yang berpegang teguh dan setia pada Yesus?

Kamis, 09 Juni 2011

4 Tipe Manusia Hadapi Tekanan Hidup

"Semua kesulitan sesungguhnya merupakan kesempatan bagi jiwa kita untuk tumbuh" (John Gray)
Pembaca, hidup memang tidak lepas dari berbagai tekanan. Lebih-lebih, hidup di alam modern ini yang menyuguhkan beragam risiko. Sampai seorang sosiolog Ulrich Beck menamai jaman kontemporer ini dengan masyarakat risiko (risk society). Alam modern menyuguhkan perubahan cepat dan tak jarang mengagetkan.
Nah, tekanan itu sesungguhnya membentuk watak, karakter, dan sekaligus menentukan bagaimana orang bereaksi di kemudian hari. Pembaca, pada kesempatan ini, saya akan memaparkan empat tipe orang dalam menghadapi berbagai tekanan tersebut. Mari kita bahas satu demi satu tipe manusia dalam menghadapi tekanan hidup ini.

Tipe pertama, tipe kayu rapuh. Sedikit tekanan saja membuat manusia ini patah arang. Orang macam ini kesehariannya kelihatan bagus. Tapi, rapuh sekali di dalam hatinya. Orang ini gampang sekali mengeluh pada saat kesulitan terjadi.
Sedikit kesulitan menjumpainya, orang ini langsung mengeluh, merasa tak berdaya, menangis, minta dikasihani atau minta bantuan. Orang ini perlu berlatih berpikiran positif dan berani menghadapi kenyataan hidup.
Majalah Time pernah menyajikan topik generasi kepompong (cacoon generation). Time mengambil contoh di Jepang, di mana banyak orang menjadi sangat lembek karena tidak terbiasa menghadapi kesulitan. Menghadapi orang macam ini, kadang kita harus lebih berani tega. Sesekali mereka perlu belajar dilatih menghadapi kesulitan. Posisikan kita sebagai pendamping mereka.

Tipe kedua, tipe lempeng besi. Orang tipe ini biasanya mampu bertahan dalam tekanan pada awalnya. Namun seperti layaknya besi, ketika situasi menekan itu semakin besar dan kompleks, ia mulai bengkok dan tidak stabil. Demikian juga orang-orang tipe ini. Mereka mampu menghadapi tekanan, tetapi tidak dalam kondisi berlarut-larut.
Tambahan tekanan sedikit saja, membuat mereka menyerah dan putus asa. Untungnya, orang tipe ini masih mau mencoba bertahan sebelum akhirnya menyerah. Tipe lempeng besi memang masih belum terlatih. Tapi, kalau mau berusaha, orang ini akan mampu membangun kesuksesan dalam hidupnya.

Tipe ketiga, tipe kapas. Tipe ini cukup lentur dalam menghadapi tekanan. Saat tekanan tiba, orang mampu bersikap fleksibel. Cobalah Anda menekan sebongkah kapas. Ia akan mengikuti tekanan yang terjadi. Ia mampu menyesuaikan saat terjadi tekanan. Tapi, setelah berlalu, dengan cepat ia bisa kembali ke keadaan semula. Ia bisa segera melupakan masa lalu dan mulai kembali ke titik awal untuk memulai lagi.

Tipe keempat, tipe manusia bola pingpong. Inilah tipe yang ideal dan terhebat. Jangan sekali-kali menyuguhkan tekanan pada orang-orang ini karena tekanan justru akan membuat mereka bekerja lebih giat, lebih termotivasi, dan lebih kreatif. Coba perhatikan bola pingpong. Saat ditekan, justru ia memantuk ke atas dengan lebih dahsyat. Saya teringat kisah hidup motivator dunia Anthony Robbins dalam salah satu biografinya. Untuk memotivasi dirinya, ia sengaja membeli suatu bangunan mewah, sementara uangnya tidak memadai. Tapi, justru tekanan keuangan inilah yang membuat dirinya semakin kreatif dan tertantang mencapai tingkat finansial yang diharapkannya. Hal ini pernah terjadi dengan seorang kepala regional sales yang performance-nya bagus sekali.
Bangun network.
Tetapi, hasilnya ini membuat atasannya tidak suka. Akibatnya, justru dengan sengaja atasannya yang kurang suka kepadanya memindahkannya ke daerah yang lebih parah kondisinya. Tetapi, bukannya mengeluh seperti rekan sebelumnya di daerah tersebut. Malahan, ia berusaha membangun network, mengubah cara kerja, dan membereskan organisasi. Di tahun kedua di daerah tersebut, justru tempatnya berhasil masuk dalam daerah tiga top sales.
Contoh lain adalah novelis dunia Fyodor Mikhailovich Dostoevsky. Pada musim dingin, ia meringkuk di dalam penjara dengan deraan angin dingin, lantai penuh kotoran seinci tebalnya, dan kerja paksa tiap hari. Ia mirip ikan herring dalam kaleng. Namun, Siberia yang beku tidak berhasil membungkam kreativitasnya.
Dari sanalah ia melahirkan karya-karya tulis besar, seperti The Double dan Notes of
The Dead. Ia menjadi sastrawan dunia. Hal ini juga dialami Ho Chi Minh. Orang Vietnam yang biasa dipanggil Paman Ho ini harus meringkuk dalam penjara. Tapi, penjara tidaklah membuat dirinya patah arang. Ia berjuang dengan puisi-puisi yang ia tulis. A Comrade Paper Blanket menjadi buah karya kondangnya.

Nah, pembaca, itu hanya contoh kecil. Yang penting sekarang adalah Anda. Ketika Anda menghadapi kesulitan, seperti apakah diri Anda? Bagaimana reaksi Anda? Tidak menjadi persoalan di mana Anda saat ini. Tetapi, yang penting bergeraklah dari level tipe kayu rapuh ke tipe selanjutnya. Hingga akhirnya, bangun mental Anda hingga ke level bola pingpong. Saat itulah, kesulitan dan tantangan tidak lagi menjadi suatu yang mencemaskan untuk Anda. Sekuat itukah mental Anda?

Jumat, 20 Mei 2011

Pirlo is Legend


SPESIAL: Sepuluh Momen Terbaik Andrea Pirlo Bersama AC Milan
GOAL.com mencatat sepuluh momen Andrea Pirlo bersama AC Milan yang akan terus dikenang sepanjang masa.


Setelah sepuluh tahun, musim depan penggemar AC Milan tidak lagi bisa menyaksikan Andrea Pirlo berseragam merah-hitam. Pirlo menyatakan akan meninggalkan Milan musim panas ini. Selama kiprahnya bersama Rossoneri, banyak hal yang dialami Pirlo, seperti merebut dua gelar scudetto, dua trofi Liga Champions, dua trofi Piala Super Eropa, dan sekali menjuarai Piala Dunia Antarklub.

Banyak hal serta memori yang dialami Pirlo selama satu dasawarsa bersama Milan dan GOAL.com mengumpulkan sepuluh kejadian yang paling pantas dikenang.


10. Bergabung dari Inter Milan

Gagal bersinar di tengah tim dengan sekumpulan bintang seperti Inter, meski sukses di level U-21, Pirlo menyeberang dengan transfer senilai €18 juta pada 2001. Sepertinya Inter tidak melihat potensi Pirlo karena dia segera menjadi andalan Milan.


9. Penampilan ke-400

Sejak pertandingan pertama untuk Milan hingga yang terakhir. Sedikit pemain yang bertahan hanya dengan satu klub belakangan ini dan setelah satu dasawarsa Pirlo mencatat rekor penampilan ke-400 ketika Milan dikalahkan Palermo pada semi-final Coppa Italia. Ucapan selamat tinggal layak diucapkan kepadanya.

8. Merebut Scudetto pertama

Kembali ke 2004, saat keberhasilan Milan di Serie A sebelum musim ini, ketika mereka mengungguli AS Roma dengan 11 poin. Pirlo tampil 32 kali dari maksimak 34 penampilan serta mengemas enam gol, tiga di antaranya menjadi gol kemenangan. Dia menuntaskan mimpi semua pemain Italia, memenangi scudetto dan menulis namanya di dalam buku sejarah sepakbola Italia.

7. Menjalani peran baru, gelandang modern

Pirlo dikenal dengan perannya sebagai deep-lying playmaker, meski ini bukan posisi sejatinya. Carlo Ancelotti "memaksa" Pirlo di posisi tersebut dan malah berkembang menjadi salah satu yang terbaik di dunia untuk di posisi tersebut. Pirlo menjalani pemain penting dalam skuad Milan dan tampil rata-rata 42 kali setiap musim dalam rentang waktu 2002 hingga 2008.

6. Kehandalan bola-bola mati

Seperti Juninho Pernambucano, Pirlo dikenal dengan teknik dan efektivitasnya saat mengeksekusi tendangan bebas. Contoh paling nyata terjad pada penyisihan grup Liga Champions 2005-06 ketika tendangan deras Pirlo menembus gawang Schalke 04. Ditambah dua gol Kaka, Milan berhasil menang 3-2 pada laga penting sehingga lolos ke babak gugur.

5. Sundulan yang menyingkirkan Bayern

Pirlo tidak sering mencetak gol, tetapi sundulannya ke gawang Bayern Muenchen selalu dikenang. Menyambut umpan silang Massimo Oddo, Pirlo melepaskan sundulan yang melampaui jangkauan Michael Rensing sehingga pertandingan laga pertama perempat-final Liga Champions 2007 berakhir imbang 2-2. Milan akhirnya keluar sebagai juara.

4. Gol di Bernabeu

Pirlo tidak segan menguji tendangan jarak jauhnya meski menghadapi kiper kelas dunia. Salah satu tendangannya berbuah gol ke gawang Iker Casillas ketika Milan memetik kemenangan bersejarah 3-2 atas Real Madrid pada babak penyisihan grup Liga Champions 2009/10.
Mengiris sayap kiri, dari luar kotak penalti Pirlo berhasil melepaskan tembakan ke tiang dekat.

3. Tendangan jarak jauh yang membungkam Parma

Meski cedera selama setengah musim, Pirlo tetap menjadi pemain penting bagi Milan. Tendangan jarak jauh ke gawang Parma mungkin bukan satu-satunya gol spektakuler dari kaki Pirlo, tapi berhasil memberikan Milan kemenangan tandag pertama di Serie A. Seisi stadion tercekat dan bahkan rekan-rekan setimnya memuji gol Pirlo.

2. Nominator Pemain Terbaik FIFA

Pada 2006 dan 2007, di tengah musim terbaik dalam kariernya, Pirlo menjadi salah satu pemain terbaik dunia. Meski gagal bersaing dengan Kaka, tapi pengakuan dunia merupakan pujian obyektif atas kemampuannya di atas lapangan.

1. Memicu gol pertama Inzaghi melawan Liverpool

Mungkin agak heran kalau kontribusi terbaik Pirlo bersama Milan justru berujung gol dari pemain lain. Final Liga Champions 2007 melawan Liverpool ditandai dengan tendangan bebas Pirlo yang berbelok arah karena mengenai Filippo Inzaghi. Gol tersebut mengawali kemenangan Milan 2-1 atas Liverpool sekaligus membalas kekalahan dua tahun sebelumnya. Pertandingan ini menjadi bukti Pirlo memegang peran kunci bagi sukses Milan meski pemain lain yang menjadi pahlawan.

Rabu, 18 Mei 2011

METODE PERSIDANGAN

A. PENGANTAR
Pada dasarnya, keberadaan suatu organisasi lebih disebabkan karena adanya kepentingan oleh sekelompok orang, yang merupakan pengabungan dari beberapa individu, berdasarkan adanya kesamaan tujuan. Dengan adanya persamaan tujuan, maka diterapkan beberapa aturan main guna dijadikan pedoman/aturan main dalam organisasi tersebut. Sehingga pada akhirnya, diharapkan bahwa organisasi tersebut dapat berjalan sesuai dengan aturan main yang telah disepakati bersama.
Berdasarkan pemahaman diatas, maka tidaklah mengherankan jikalau kita sering menjumpai aturan-aturan yang bersifat mengikat di berbagai organisasi. Aturan-aturan tersebut merupakan rambu-rambu yang harus ditaati dan dijalankan agar tidak merugikan orang/pelaku yang akan terlibat.
Seperti yang telah dikemukakan di atas, maka pada makalah ini, saya akan membatasi pembicaraaan hanya pada teknik persidangan dan mekanisme persidangan, sesuai apa yang telah diminta panitia kepada saya. Dalam membicarakan tehnik mekanisme persidangan, tentunya kita perlu pahami dulu apa yang dimaksud persidangan dan bentuk-bentuk persidangan.


B. PERSIDANGAN
Dalam makalah ini persidangan dapat diartikan sebagai sarana tempat mengkomunikasikan ide/gagasan dalam kerangka pengambilan keputusan yang bersifat mengikat, baik untuk internal organisasi, maupun organisasi yang berada dibawah organisasi tertinggi tersebut. Oleh karena itu dalam persidangan, setiap peserta akan terlibat dalam pengambilan keputusan yang memiliki implikasi yang sangat penting bagi organisasi tersebut. Setiap peserta sidang akan diberi kesempatan untuk bernegosiasi dan memancing ide dalam kerangka menarik perhatian dan mempengaruhi peserta lain guna mengikuti apa yang diinginkan oleh peserta tersebut.
Berdasarkan pemahaman diatas, terbersit pertanyaan dalam diri kita, pada organisasi/forum manakah persidangan itu sering dilakukan? Pada dasarnya persidangan sering dilakukan pada organisasi-organisasi yang lebih bersifat menentukan arah dan kebijakan organisasi tersebut. Oleh karena itu, persidangan sering dilakukan pada organisasi legislative atau perwakilan, seperti Dewan Perwakilan Rakyat, Badan Perwakilan Mahasiswa, P3MI (Persekutuan Pemuda Pemudi Methodist Indonesia), maupun organisasi lainnya.
Sidang merupakan forum formal suatu organisasi guna membahas masalah tertentu dalam upaya menghasilkan keputusan, yang akan menjadi sebuah ketetapan. Keputusan dari persidangan ini akan mengikat seluruh elemen organisasi selama belum diadakan perubahan. Keputusan ini sifatnya final, sehingga berlaku bagi pihak yang setuju maupun tidak setuju, hadir atau tidak hadir dalam persidangan.


C. PERISTILAHAN DALAM PERSIDANGAN
1. Pending, yaitu menghentikan sidang sejenak dikarenakan terdapat kendala tekhnis atau prinsip.
2. Skorsing, yaitu menghentikan sidang sejenak untuk melakukan lobbying, dikarenakan sulitnya mencapai kesepakatan antarpeserta sidang yang berseteru.
3. Lobying, yaitu proses diskusi antarpeserta sidang di luar pengaturan pimpinan sidang.
4. Pencerahan, yaitu upaya peserta sidang untuk meluruskan kesalahpahaman yang terjadi antara peserta sidang yang lain.
5. Voting, yaitu proses pengambilan keputusan berdasarkan suara terbanyak setelah jalan musyawarah mengalami kebuntuan.
6. Quorum, yaitu syarat jumlah peserta sidang dimulai, agar keputusan dapat dianggap sah.
7. Interupsi, yaitu memotong pembicaraan orang lain.
8. Prosidang, yaitu hasil ketetapan sidang/musyawarah yang telah dibukukan (tertulis)
9. Konsideran, yaitu proses menimbang dalam menetapkan putusan sidang.


D. JENIS-JENIS SIDANG
Ada beberapa jenis persidangan yang dikenal dalam setiap organisasi, yaitu:
1. Sidang Pleno
a. Sidang pleno diikuti oleh seluruh peserta dan peninjau permusyawaratan;
b. Sidang Pleno dipimpin oleh Presidium Sidang;
c. Sidang Pleno membahas dan memutuskan segala sesuatu yang berhubungan dengan permusyawaratan.
2. Sidang Komisi/POKJA
a. Sidang Komisi/POKJA diikuti oleh anggota masing-masing komisi;
b. Anggota masing-masing Komisi/POKJA adalah peserta penuh dan peserta peninjau yang ditentukan oleh Sidang Pleno;
c. Sidang Komisi/POKJA dipimpin oleh seorang pimpinan dibantu oleh Sekretaris Sidang Komisi/POKJA;
d. Pimpinan Sidang Komisi/POKJA dipilih dari dan oleh anggota komisi dalam komisi tersebut;
e. Sidang Komisi/POKJA membahas materi-materi yang menjadi tugas dari komisi yang bersangkutan


E. MEKANISME PERSIDANGAN

Setiap organisasi, mempunyai aturan tersendiri dalam melaksanakan persidangan baik dari segi quorum, maupun dari segi teknis pelaksanaannya. Untuk memudahkan kita untuk memahami mekanisme persidangan, maka saya akan mengambil contoh mekanisme persidangan yang berlaku di P3MI. Dalam P3MI, mekanisme persidangannya diatur sebagai berikut :
Persidangan P3MI
1. P3MI hanya melakukan persidangan pada saat konferensi.
2. Sebelum sidang dimulai setiap anggota menandatangani daftar hadir.
3. Sidang dianggap sah apabila dihadiri oleh setengah tambah satu jumlah anggota.
4. Apabila sidang pertama tidak memenuhi kuorum maka sidang kedua berdasarkan undangan kedua adalah sah.
5. Setiap anggota P3MI yang berhalangan hadir dalam persidangan harus memberitahukan secara tertulis/maupun lisan dan dapat dipertanggungjawabkan kepada Pimpinan P3MI.
6. Sebelum sidang dibuka, bahan-bahan untuk rapat sudah harus disampaikan kepada anggota sebelum sidang.
7. Setiap peserta sidang dapat mengusulkan agendanya apabila dipandang perlu.
8. Surat-surat masuk dan keluar dibicarakan dalam rapat apabila dianggap perlu.


F. SIFAT PERSIDANGAN

1. Sidang Tertutup, adalah persidangan yang dilakukan oleh suatu organisasi, dimana hasil permbicaraan yang dilakukan tersebut bersifat tertutup dan hanya diketahui oleh Pimpinan atau Anggota Organisasi tersebut dan pembicaraan tidak boleh diumumkan, kecuali sidang memutuskan untuk diumumkan seluruhnya atau sebagian.
2. Sidang Terbuka, adalah persidangan yang dilakukan secara terbuka dengan mengundang pihak lain yang dipandang memiliki keterkaitan dengan materi pembicaraan dalam sidang. Pada persidangan ini, hasilnya boleh diumumkan secara terbuka dan dapat diketahui oleh pihak lain diluar organisasi tersebut. Oleh karena itu dalam persidangan terbuka pihak-pihak yang diundang biasanya disebut Undangan atau peninjau.


G. ATURAN SIDANG
1. Peserta
Peserta dalam proses persidangan dibagi menjadi dua, yaitu peserta penuh dan peserta peninjau. Peserta penuh adalah pengurus atau anggota penuh dalam suatu organisasi, sedangkan peserta peninjau adalah orang-orang yang diundang, atau pihak-pihak yang bukan anggota penuh namun hadir dalam persidangan.
a. Hak Peserta Penuh
1) Hak Bicara, yaitu hak untuk bertanya, mengeluarkan pendapat, mengajukan usulan kepada pimpinan sidang, baik secara lisan maupun secara tulisan.
2) Hak Suara, yaitu hak untuk ikut ambil bagian dalam pengambilan keputusan.
3) Hak Memilih, yaitu hak untuk menentukan pilihan dalam proses pemilihan.
4) Hak Dipilih, yaitu hak untuk dipilih dalam proses pemilihan.
b. Hak Peserta Peninjau
Hak yang dimiliki oleh peserta peninjau hanyalah hak bicara.
c. Kewajiban peserta penuh dan peninjau
1) Menaati tata tertib persidangan/permusyawaratan.
2) Menjaga ketenangan persidangan.

2. Presidium Sidang/Pimpinan Sidang
a. Presidium/Pimpinan sidang dipilih dari dan oleh peserta Permusyawaratan melalui Sidang Pleno yang dipandu oleh Panitia Pengarah (Steering Committee).
Dalam kasus P3MI: Pimpinan sidang adalah pengurus inti/BPH yang periodenya akan digantikan sampai batas mereka melaporkan hasil kinerja program masa keperiodeannya .
b. Presidium/Pimpinan Sidang bertugas untuk memimpin dan mengatur jalannya sidang seperti aturan yang disepakati bersama.
c. Presidium/Pimpinan Sidang berkuasa untuk memimpin dan menjalankan tata tertib persidangan.


H. ATURAN KETUK PALU

Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan penggunaan palu sidang berkaitan dengan jumlah ketukannya.
1. Satu Kali Ketukan
a. Menerima dan menyerahkan pimpinan sidang;
b. Mengesahkan keputusan poin perpoin (keputusan sementara);
c. Menskorsing dan mencabut kembali skorsing yang waktunya tidak terlalu lama, sehingga peserta tidak perlu meninggalkan tempat sidang;
d. Mencabut kembali/membatalkan ketukan terdahulu yang dianggap keliru.
e. Memberi peringatan kepada peserta sidang.
2. Dua Kali Ketukan
Menskorsing atau mencabut kembali skorsing dalam waktu yang cukup lama, misalnya untuk lobbying, istrahat dan sebagainya yang waktunya 2 x 15 menit, dan sebagainya.
3. Tiga Kali Ketukan
a. Membuka atau menutup sidang secara resmi
b. Mengesahkan putusan final atau akhir sidang.
4. Lebih dari Tiga Kali Ketukan
Menenangkan peserta sidang atau forum.

Contoh kalimat pengucapannya:
1. Membuka Sidang
“Dalam nama Allah Bapa, Putra dan Roh Kudus, sidang saya nyatakan dibuka, (tok…tok…tok…..)”
2. Menutup Sidang
“Dalam nama Allah Bapa, Putra dan Roh Kudus, sidang saya nyatakan ditutup, (tok…tok…tok….)”
3. Mengalihkan Pimpinan Sidang
“Dengan ini pimpinan sidang yang lama saya alihkan kepada pimpinan sidang yang baru, (tok…)”
4. Menskorsing Sidang
“Dengan ini saya skorsing sidang selama lima belas menit, (tok….tok…)”
5. Memberi peringatan kepada peserta sidang
“(tok….), peserta sidang harap tenang”


I. INTERUPSI
1. Macam-Macam Interupsi (Interruption)
a. Interruption Point of Order
Dilakukan untuk meminta penjelasan atau memberikan masukan yang berkaitan dengan jalannya pesidangan. (jika pembahasan melebar atau tidak konsisten)
b. Interruption Point of Clarification
Dilakukan jika terdapat penyampaian pendapat atau informasi yang butuh klarifikasi, agar tidak terjadi pendangkapan bias ketika seseorang memberikan tanggapan atau sebuah penegasan terhadap suatu pernyataan.
c. Interruption Point of Information
Dilakukan untuk menyampaiakan informasi tambahan yang dianggap membantu maupun informasi yang sifatnya teknis.
d. Interruption Point of Personal Previllage
Dilakukan jika terdapat pendapat yang terlalu menyudutkan pihak tertentu diluar substansi permasalahan.
e. Interruption of Explanation
Dilakukan untuk menjelaskan suatu pernyataan agar tidak ditanggapi keliru.

2. Pelaksanaan Interupsi
a. Interupsi dilaksanakan dengan mengangkat tangan terlebih dahulu, dan berbicara setelah minta izin dari presidium sidang.
b. Interupsi di atas hanya berlaku selama tidak menggangu persidangan.
Apabila dalam persidangan, Presidium Sidang tidak mampu menguasai dan mengendalikan jalannya persidangan, maka panitia pengarah (SC) diberikan wewenang untuk mengambil alih jalannya persidangan, atas permintaan Presidium Sidang dan/atau Peserta Sidang.


J. Tata Tertib
Tata tertib persidangan merupakan hasil kesepakatan seluruh peserta pada saat sidang dengan memperhatikan aturan umum organisasi dan nilai-nilai universal dalam masyarakat.


K. SANKSI
Peserta yang tidak memenuhi persyaratan dan kewajiban yang ditentukan dalam tata tertib persidangan akan dikenakan sanksi dengan mempertimbangkan saran dan usulan peserta.


L. PENUTUP

Dalam mempelajari teknik dan mekanisme persidangan, tidaklah cukup kita memahami sampai dalam ruangan ini saja, oleh karena itu dalam memahami bentuk dan mekanisme persidangan yang dibutuhkan adalah ketekunan dan kemauan kita dalam mempelajari semua ini.



P3MI
KRISTUS DIATAS SEGALANYA





catatan tambahan:
Konferensi adalah rapat atau pertemuan untuk berunding atau bertukar pendapat mengenai suatu masalah yang dihadapi bersama.

Beberapa jenis konferensi dalam organisasi P3MI adalah:
Konferensi Nasional : Dihadiri oleh utusan dari dua wilayah. *)
Konferensi ini dilakukan sekali dalam 4 tahun.
Konferensi Wilayah : Dihadiri oleh utusan dari semua distrik yang dibawahi oleh Wilayah yang bersangkutan. *)
Konferensi ini dilakukan sekali dalam 2 tahun.
Konferensi Distrik : Dihadiri oleh utusan dari setiap cabang yang dibawahi oleh distrik yang bersangkutan. *)
Konferensi ini dilakukan sekali dalam 2 tahun.
Konferensi Cabang : Dihadiri oleh anggota cabang. *)
Konferensi ini dilakukan sekali dalam 1 tahun.
*)Diatur dalam AD/ART P3MI


DEMISIONER adalah keadaan suatu kepengurusan, yang telah mengembalikan mandat kepada pengurus diatasnya, tetapi masih tetap melaksanakan tugas sehari-hari sambil menunggu dilantiknya pengurus yang baru



Makalah ini di sampaikan dalam Pembinaan Nasional P3MI yang diselenggarakan Pengurus Nasional P3MI, Tanggal 14-17 Mei 2011 di Berastagi, oleh Fernando Sitorus, SE (Ketua Wilayah I – P3MI)

Patung Kehidupan

Suatu ketika, hiduplah seorang pematung. Pematung ini, bekerja pada seorang raja yang masyhur dengan tanah kekuasaannya. Wilayah pemerintahannya sangatlah luas. Hal itu membuat siapapun yang mengenalnya, menaruh hormat pada raja ini. Sang pematung, sudah lama sekali bekerja pada raja ini. Tugasnya adalah membuat patung-patung yang diletakkan menghiasi taman-taman istana. Pahatannya indah, karena itulah, ia menjadi kepercayaan raja itu sejak lama. Ada banyak raja-raja sahabat yang mengagumi keindahan pahatannya saat mengunjungi taman istana.

Suatu hari, sang raja mempunyai rencana besar. Baginda ingin membuat patung dari seluruh keluarga dan pembantu-pembantu terbaiknya. Jumlahnya cukup banyak, ada 100 buah. Patung-patung keluarga raja akan di letakkan di tengah taman istana, sementara patung prajurit dan pembantunya akan diletakkan di sekeliling taman. Baginda ingin, patung prajurit itu tampak sedang melindungi dirinya. Sang pematung pun mulai bekerja keras, siang dan malam. Beberapa bulan kemudian, tugas itu hampir selesai. Sang Raja kemudian datang memeriksa tugas yang di perintahkannya. "Bagus.Bagus sekali," ujar sang Raja."Sebelum aku lupa, buatlah juga patung dirimu sendiri, untuk melengkapi monumen ini."
Mendengar perintah itu, pematung ini pun mulai bekerja kembali. Setelah beberapa lama, ia pun selesai membuat patung dirinya sendiri. Namun sayang, pahatannya tak halus. Sisi-sisinya pun kasar tampak tak dipoles dengan rapi. Ia berpikir, untuk apa membuat patung yang bagus, kalau hanya untuk diletakkan di luar taman. Patung itu akan lebih sering terkena hujan dan panas, ucapnya dalam hati, pasti, akan cepat rusak. Waktu yang dimintapun telah usai. Sang raja kembali datang, untuk melihat pekerjaan pematung. Ia pun puas.
Namun, ada satu hal kecil yang menarik perhatiannya.Mengapa patung dirimu tak sehalus patung diriku? Padahal, aku ingin sekali meletakkan patung dirimu di dekat patungku. Kalau ini yang terjadi, tentu aku akan membatalkannya, dan menempatkanmu bersama patung prajurit yang lain di depan sana. Menyesal dengan perbuatannya, sang pematung hanya bisa pasrah. Patung dirinya, hanya bisa hadir di depan, terkena panas dan hujan, seperti harapan yang dimilikinya.

***
Kawan, seperti apakah kita menghargai diri sendiri? Seperti apakah kita bercermin pada diri kita? Bagaimanakah kita menempatkan kebanggaan atas diri kita? Ada kalanya memang, ada orang-orang yang selalu pesimis dengan dirinya sendiri. Mereka, kerap memandang rendah kemuliaan yang mereka miliki. Namun, apakah kita mau dimasukkan ke dalam bagian itu. Saya percaya, tak banyak orang yang menghendaki dirinya mau dimasukkan sebagai orang yang pesimis. Kita akan lebih suka menjadi orang yang bernilai lebih. Sebab,Tuhan pun menciptakan kita tidak dengan cara yang main-main. Tuhan menciptakan kita dengan kemuliaan mahluk yang sempurna.
Dan teman, sesungguhnya, kita sedang memahat patung diri kita saat ini. Tapi patung seperti apakah yang sedang kita buat? Patung yang kasar, yang tak halus pahatannya, ataukah patung yang indah, yang memancarkan kemuliaan-Nya? Patung yang bernilai mahal, yang menjadi hiasan. Memang, tak ada yang tahu akan ditempatkan dimana patung-patung diri kita kelak. Karena hanya Tuhan lah Maha Tahu.

Karenanya, bentuklah patung-patung itu dengan indah. Pahatlah dengan halus, agar kita bisa ditempatkan ditempat yang terbaik, di sisi-Nya. Poleslah setiap sisinya dengan kearifan budi, dan kebijakan hati, agar memancarkan keindahan. Syukuri setiap lekuknya dengan kesabaran, dan keikhlasan. Pahatan yang kita torehkan saat ini, akan menentukan tempat kita di akhirat kelak. Bentuklah "patung" diri Anda dengan indah!

Rabu, 11 Mei 2011

Teknik Karet Gelang Merah

Teknik sederhana ini saya pelajari dari Robert G. Allen, milyuner dari New York dan pengarang buku best seller “Road to Wealth”. Allen mengatakan, bahwa dalam setiap tindakan kita, selalu ada pikiran positif dan negatif. Bahkan jika kita berdiam diripun juga ada kedua pikiran tersebut, misalnya pikiran positif akan berkata “Ayo, kita mulai bekerja”.
Sedangkan pikiran negative berkata “Ah, nanti saja. Sedang enak nih duduk-duduknya”. Kedua pikiran ini sama kekuatannya. Jadi terkadang positif yang menang, saat lain negatif yang menang. Lalu, jika memang kekuatannya 50:50, bagaimana caranya agar positif bisa lebih dominan?

Jika memang kekuatannya sama, maka harus ada perangsang dari luar yang bisa mencegah, ketika pikiran negatif keluar. Allen menggunakan karet gelang merah di pergelangan tangan kirinya. Setiap saat ada pikiran negatif sekecil apapun yang melintas di pikirannya, dia langsung menjepret tangannya dengan karet gelang tersebut. Sepintas memang tampak lucu. Tapi pengaruhnya ke alam bawah sadar (ABS) anda luar biasa besar. Apabila anda konsisten dengan menjepretkan karet gelang setiap kali anda berpikir negatif, maka ABS anda akan merekamnya menjadi suatu kebiasaan yang harus dihindari.

Saya sendiri telah menggunakan selama 2 bulan. Pada awalnya memang tangan kiri saya banyak garis-garis merah karena sering dijepret. Namun semakin lama semakin berkurang. Saya juga memvariasikan teknik ini, dengan memberitahukan rekan-rekan sekitar saya, tentang apa yang saya lakukan. Sehingga mungkin suatu saat ketika anda sedang tidak sadar berbicara negatif, dan teman anda mengetahuinya, dia bisa mengingatkan anda dengan menjepretkan karet di tangan anda.

Ada satu pertanyaan yang menggelitik, yaitu mengapa mesti karet yang berwarna merah… bukankah karet gelang ada beragam warna? Atau mungkin juga pertanyaan mengapa mesti di tangan kiri, bukan di kanan, atau di kaki?
Robert G. Allen mengatakan, hal-hal ini kelihatannya remeh, tapi mengandung makna yang besar. Banyak orang yang mengatakan ingin berubah menjadi lebih baik. Tapi begitu diberikan satu petunjuk, biasanya petunjuk ini lalu ditawar. Ini masalah komitmen. Apabila anda mau berusaha mencari karet yang berwarna merah, dan memasangnya di tangan kiri, itu sudah membuktikan anda mempunyai komitmen yang tinggi untuk berubah. Apabila untuk hal kecil ini saja sudah anda tawar, mungkin komitmen anda untuk berubah baru tahap coba-coba saja.

Hal lain yang sering menjadi pertanyaan di sini adalah, sebenarnya apakah yang disebut pikiran negatif itu? Karena banyak orang tidak sadar bahwa dia melakukan atau memikirkan hal negatif. Nah, di bawah ini ada daftar hal negatif yang harus anda “jepret” ketika anda mengalaminya.
Menunda, malas, marah, lesu, curiga, malu, ragu-ragu, rendah diri, sombong, egois, minder, kuatir, berkata-kata kotor, cemburu, patah hati, takut, berpikir jorok, dengki, iri, sirik, dendam, sinis, cemberut, pesimis, takut gagal, resah, takut memulai, cuek, acuh, pasif, cemas, menipu, merajuk, murka, fitnah, menang sendiri, bergosip ria, merasa tak pernah salah, berbohong, berprasangka buruk, meremehkan, dan lain sebagainya. Anda bisa tambahkan di sini tindakan-tindakan anda sendiri yang menurut anda negatif, dan perlu “dijepret”.
Selamat mencoba...

Selasa, 03 Mei 2011

Sejarah Singkat Gereja Methodist

Gereja Methodist ialah Gereja Kristen tempat Firman Tuhan yang suci diajarkan dan Sakramen-sakramen dilaksanakan. Gereja Methodist adalah Gereja Protestan, walaupun tidak secara langsung berasal dari gerakan reformasi melainkan berasal dari Gereja Anglikan. Pendirinya adalah Pendeta John Wesley, seorang Pendeta Gereja Anglikan. Ayahnya Samuel Wesley - seorang Pendeta dari Gereja Inggris – Ibunya bernama Susannah Wesley yang setia dalam kehidupan ke-Kristenan. Dialah yang mempengaruhi hidup kerohanian John Wesley.

John Wesley berasal dari keluarga yang beriman dan memperoleh pendidikan pada Universitas Oxford di Inggris. Sama seperti Rasul Paulus pada masa mudanya mencari kepuasan agama, demikian juga John Wesley mencari kepuasan agama dengan sungguh-sungguh dan seksama. Namun demikian ia tidak memperolehnya.

Pertobatan terjadi sewaktu perkumpulan diadakan di Jalan Aldersgate London pada tanggal 24 Mei 1738. Pada saat itulah dia mengerti seperti Paulus, bahwa rahmat Allah tidak diperoleh baik dari melaksanakan peraturan dan hukum-hukum agama, maupun dengan penyempurnaan diri sendiri, tetapi hanya dengan kepercayaan akan Kristus. Dengan demikianlah orang dapat memperoleh hidup aman dan damai.

Kehidupan baru yang diperolehnya itu disampaikan kepada teman-temannya termasuk adiknya Charles Wesley dan kemudian disebarluaskan ke seluruh kepulauan Inggris.

Dalam penginjilannya terdapat dua unsur yang senantiasa terdapat dalam kehidupan Methodist sampai sekarang ini.

Pertama : mengabarkan Injil kepada orang-orang miskin yang tidak dilayani oleh Gereja dan Rohaniawan pada masa itu.
Kedua : Memelihara mereka yang sudah menjadi orang Kristen, mengumpulkan orang dalam kelompok, kelas dan golongan-golongan serta menetapkan pemimpin-pemimpinnya. Mencari orang yang terpanggil mengabarkan Injil kepada umum.

Mereka mengabarkan Injil di pinggir jalan, di lapangan terbuka dan rumah-rumah. Mereka adalah pengkhotbah awam. John Wesley menetapkan tempat pekerjaan pengkhotbah awam dan membimbing serta mengawasinya. Sekali setahun mereka dikumpulkan dalam satu Konperensi. John Wesley selalu mempersatukan tiga jenis kegiatan yaitu Evangelisasi, Organisasi/Administrasi dan Pendidikan. Tidak lama kemudian ke-Methodist-an disebarluaskan dari Inggris ke Irlandia dan terus ke-Amerika. Pada mulanya John Wesley tidak bermaksud untuk mendirikan Gereja baru, hanya membentuk kelompok-kelompok untuk mendalami ajaran ke-Kristenan saja. Semua pengkhotbah tidak ditahbiskan dan semua anggota kelompok atau golongan itu masih tetap anggota dan menerima Sakramen-sakramen dari Gereja Anglikan.

Pada masa itu Pendeta Gereja Anglikan di Amerika masih sedikit, lagi pula tempatnya berjauhan. Dengan kemerdekaan Amerika, maka terpisahlah Gereja yang di Amerika dari Gereja yang di Inggris, sehingga terbentuklah Gereja Methodist Amerika yang otonom. Atas permintaan Gereja Methodist Amerika, John Wesley memohon kepada Bishop Gereja Anglikan untuk menahbiskan dua orang pengkhotbah dan mengirimkannya ke Amerika.

Kemudian John Wesley menetapkan Dr. Thomas Coke yang sebelumnya penatua di Gereja Anglikan menjadi Superintendent untuk mengorganisasikan Gereja Methodist di Amerika. Dr. Thomas Coke langsung menahbiskan Francis Asbury menjadi Superintendent yang kedua. Pada Konperensi yang diselenggarakan di Baltimore pada tanggal 24 Desember 1784 ini, Dr. Thomas Coke bersama dengan 60 orang pengkhotbah lainnya membentuk Gereja Methodist Episkopal Amerika.

Mereka menerima buku Acara Kebaktian Minggu dari John Wesley yaitu sebuah Buku Doa dan Azas-azas Kepercayaan Gereja Anglikan. Azas-azas Kepercayaan kita sekarang ini berasal dari buku tersebut dan mempersatukan kita dengan kepercayaan Kristen mula-mula.

Dari dulu sampai sekarang Gereja Methodist mempercayai bahwa Gereja Kristus sanggup mencari dan menyelamatkan yang hilang serta menyebarluaskan hidup yang dipenuhi roh suci dan memperbaharui hidup umat manusia dengan Injil Kristus. Satu-satunya alasan untuk menetapkan peraturan dan cara-cara Methodist ialah agar dapat melaksanakan perintah Kristus.

Jumat, 23 April 2010

Pembinaan Organisasi P3MI

ORGANISASI, GMI & P3MI

ORGANISASI

Organisasi (Yunani: ὄργανον, organon - alat) adalah suatu kelompok orang dalam suatu wadah untuk mencapai tujuan bersama . Baik dalam penggunaan sehari-hari maupun ilmiah, istilah ini digunakan dengan banyak cara.

Organisasi dilihat dari Jenis Kegiatannya :
1. Organisasi Formal
Organisasi formal adalah kumpulan dari dua orang atau lebih yang mengikatkan diri dengan suatu tujuan bersama secara sadar serta dengan hubungan kerja yang rasional. Contoh : Perseroan terbatas, Sekolah, Negara, dan lain sebagainya.
2. Organisasi Informal
Organisasi informal adalah kumpulan dari dua orang atau lebih yang telibat pada suatu aktifitas serta tujuan bersama yang tidak disadari. Contoh : Arisan ibu-ibu sekampung, belajar bersama anak-anak sd, kemping ke gunung pangrango rame-rame dengan teman, dan lain-lain.

Sebuah organisasi dapat dilihat dari tiga hal menurut sifat pembentukannya :
1. Organisasi yang terbentuk atas kesamaan tujuan/ide (goal) adalah organisasi yang mudah tumbuh, tapi juga mudah hilang. Organisasi ini biasanya bertujuan jangka pendek. Contoh yang nyata adalah organisasi-organisasi yang timbul pada saat kampanye dalam mensukseskan satu calon di pilkada (pemilihan kepala daerah). Organisasi ini mengusung ide untuk mendukung satu calon, yang bila pilkada usai baik dengan hasil kemenangan calon yang didukungnya ataupun sebaliknya,selesai pula usia organisasi tersebut.
2. Organisasi atas dasar kesamaan misi, misalnya organisasi yang bersifat hobi atau tujuan jangka menengah. Sebagai contoh adalah organisasi kemahasiswaan, organisasi partai politik, organisasi pencinta komputer, bahkan perusahaan. Organisasi-organisasi ini biasa tempat berkumpul orang-orang yang memiliki kesamaan misi, misalnya untuk aktif bertukar pikiran mengenai kemampuan menguasai komputer, terlibat dalam politik, atau memiliki banyak kenalan. Organisasi ini tidak menyatukan ide-ide jangka pendek ataupun visi anggotanya.
3. Organisasi yang bergabung atas dasar visi atau prinsip, misalnya organisasi keagamaan, organisasi sosial. Organisasi ini lebih mementingkan visi yang sama antar anggotanya, biasanya tidak memikirkan hal-hal yang bersifat material dan memiliki anggota yang loyal/fanatik .

Karakteristik Organisasi :
1. Tujuan Jelas
2. Struktur
3. Orang

Salah satu faktor penentu keberhasilan/kegagalan organisasi adalah Orang atau faktor Sumber Daya Manusia (SDM). Keunggulan mutu bersaing suatu organisasi sangat ditentukan oleh mutu SDM-nya. Penanganan SDM harus dilakukan secara menyeluruh dalam kerangka sistem pengelolaan SDM yang bersifat strategis, integrated, interrelated dan unity. Organisasi sangat membutuhkan SDM yang kompeten, memiliki kompetensi tertentu yang dibutuhkan untuk menunjang keberhasilan pelaksanaan pekerjaannya.


ORGANISASI GEREJA

Gereja adalah sebuah kerajaan di mana Kristus memerintah sebagai Raja (1 Tim.6:15; Yoh. 18:37; 19:19). Orang-orang Kristen adalah warga negara di dalam Kerajaan ini (Kol. 1:13; Ibr. 12:28; Wahyu 1:9). Dunia adalah teritori atau wilayahnya (Mat. 28:19; Mark. 16:15; Kisah Rasul 1:8). Kelahiran baru adalah jalan kita untuk memasuki kerajaan ini (Yoh. 3:5).

Satu Kepala/Satu Raja: Kristus
Gereja adalah tubuh Kristus dan Ia adalah satu-satunya kepala gereja (Ef. 1:22-23; 4:4). Yesus Kristus yang memiliki segala kuasa (Mat. 28:18; Kol. 1:18). Yesus tidak pernah memberikan kuasa ini kepada siapa pun juga. Sebab Kristus adalah kepala, kita menerima pengajaran-pengajaran dari-Nya. Karena Yesus adalah Raja, maka kita semua harus mentaati
Dia (Ef. 5:24). Gereja tidak mempunyai pusat pemerintahan duniawi. Pusat Pemerintahan Gereja Kristus ada di Surga. Setiap Jemaat Tuhan adalah merdeka dan memerintah jemaatnya sendiri. Tidak ada Paus, Dewan Gereja, Kongres, atau suatu kelompok orang yang mengendalikan semua jemaat dari jemaat Tuhan.

Penatua-penatua
Para penatua harus diangkat di dalam setiap gereja atau Jemaat (Kis. 14:23; Tit. 1:5). Dalam Perjanjian Baru, apa penatua disebut Presbiter (1 Tim. 4:14). Bishop-bishop disebut penilik Jemaat (Pilp. 1:1; 1 Tim. 3:1-2), Pengawas (Kis. 20:28; 1 Pet. 5:2). Pastor-pastor (Ef. 4:11-12); dan Gembala-gembala (1 Pet. 5:1-4). Perkataan “Pastor” sama pengertiannya dengan kata “Gembala.”
Pengkhotbah-pengkhotbah atau pemberita Injil tidak pernah disebut pastor di dalam Perjanjian Baru. Penatua-penatua dari jemaat lokal adalah pastor-pastor (gembala-gembala) dari tiap-tiap jemaat lokal (1 Pet. 5:1-4). Persyaratan-persyaratan bagi penatua-penatua diuraikan, atau dijelaskan dalam 1 Timotius 3:1-7 dan Titus 1:5-13. Di samping harus orang Kristen yang setia, penatua-penatua haruslah seorang yang mempunyai seorang istri dan anak-anaknya setia. Bukanlah seorang yang baru menjadi Kristen, atau baru bertobat. Juga harus ada lebih dari satu orang penatua yang melayani di jemaat lokal. Alkitab berkata “Penatua-Penatua,” (jamak) (Kis. 14:23; 20:17, 18, 28). Penatua-penatua ini adalah untuk membimbing, menjaga, memberi makan rohani, serta memerintah kawanan domba Allah (1 Pet. 5:1-4; Kis. 20:28; 1 Tim. 5:17; Ibrani 13:17).

Diakon-diakon
Diakon-diakon harus diangkat di setiap jemaat Tuhan (Pilp. 1:1). Adapun persyaratannya disebutkan dalam 1 Timotius 3:8-13. Tugas diakon-diakon meliputi apa yang telah dilakukan dan dicatat dalam Kisah Rasul 6:1-6. Sekali lagi, diakon-diakon hanyalah untuk laki-laki saja. Perempuan-perempuan tidaklah memenuhi syarat untuk menjadi diakondiakon sebab mereka tidak dapat menjadi seorang “suami dari satu orang istri” (1 Tim. 3:12).

Pengkhotbah-pengkhotbah
Pengkhotbah-pengkhotbah mempunyai tanggung jawab untuk “memberitakan firman” (2 Tim. 4: 1-5). Sebagaimana penatua-penatua dan diakon diakon, pengkhotbah-pengkhotbah haruslah juga seorang laki-laki (1 Tim. 2:8-15). Mereka adalah pemberita-pemberita Injil, pelayan-pelayan firman Allah (2 Tim. 4:5). Dalam Perjanjian Baru, pengkhotbah pengkhotbah tidak pernah disebut dengan gelar sebagai “pastor,” “pendeta,” “bapa,” atau “rabbi” (Mat. 23:8-12).

Anggota-anggota
Setiap orang yang telah mematuhi Injil Yesus Kristus maka dia adalah seorang anggota dari Kerajaan Allah atau Gereja Tuhan (Gal. 3:27; Ef. 1:3). Anggota-anggota dari gereja Tuhan harus mentaati penatua-penatua (Ibr. 13:1). Mereka perlu mengajar orang-orang berdosa, orang-orang yang tersesat dalam dosa (Kis. 8:4; 2 Tim. 2:24-25). Mereka perlu untuk mempraktekkan “ibadah yang murni”(Yakub 1:27). Kepemimpinan dari gereja Tuhan adalah terdiri dari orang-orang yang memenuhi syarat. Jikalau sebuah gereja tidak mempunyai organisasi seperti yang disebutkan ini maka itu
bukanlah gereja yang dibangun oleh Yesus Kristus. Kristus adalah satu-satunya kepala gereja yang mempunyai organisasi secara alkitabiah. Jikalau gereja di mana saudara adalah anggotanya mempunyai Penatua-penatua Perempuan, Diakon-diakon perempuan, dan Pengkhotbah-pengkhotbah Perempuan, maka gereja itu bukanlah gereja yang dibangun oleh Yesus Kristus. Biarlah saudara menjadi orang Kristen yang selalu menyelidiki firman Allah agar saudara tidak mudah untuk diperdaya oleh ajaran-ajaran palsu yang menyesatkan. Kisah Rasul 17:11, “Orang-orang Yahudi di kota itu lebih baik hatinya dari pada orangorang Yahudi di Tesalonika, karena mereka menerima firman itu dengan segala kerelaan
hati dan setiap hari mereka menyelidiki Kitab Suci untuk mengetahui, apakah semuanya itu benar demikian.”

1 Tes. 5:21, “Ujilah segala sesuatu dan peganglah yang baik.”
Kol. 3:17, “Dan segala sesuatu yang kamu lakukan dengan perkataan atau perbuatan, lakukanlah semuanya itu dalam nama Tuhan Yesus, sambil mengucap syukur oleh Dia kepada Allah, Bapa kita.”

GEREJA METHODIST

Gereja Methodist ialah Gereja Kristen tempat Firman Tuhan yang suci diajarkan dan Sakramen-sakramen dilaksanakan. Gereja Methodist adalah Gereja Protestan, walaupun tidak secara langsung berasal dari gerakan reformasi melainkan berasal dari Gereja Anglikan. Pendirinya adalah Pendeta John Wesley, seorang Pendeta Gereja Anglikan. Ayahnya Samuel Wesley - seorang Pendeta dari Gereja Inggris – Ibunya bernama Susannah Wesley yang setia dalam kehidupan ke-Kristenan.

DUA PULUH LIMA POKOK-POKOK KEPERCAYAAN METHODIST

1. Iman Tentang Ketiga Esaan Allah
Hanya ada satu Allah yang hidup dan benar, kekal selama-lamanya, tidak terbatas, Maha Tahu, dan Maha Kasih. Dialah pencipta dan pemelihara segala sesuatu baik yang kelihatan maupun yang tidak kelihatan dan di dalam ke-Esaan Allah ini ada tiga oknum dari satu zat, satu kekuasaan dan satu kekekalan, yaitu Bapa, Anak dan Roh Kudus.
2. Kalam atau Anak Allah yang sudah menjadi manusia
Anak itu, yaitu Firman Bapa, Allah sungguh-sungguh dan kekal, satu zat dengan Bapa, sudah mengambil tabiat manusia dalam rahim perawan Maria, sehingga ada dua tabiat yang lengkap dan sempurna yaitu ke-Illahi-an dan kemanusiaan disatukan di dalam satu oknum, yang tidak dapat dipisahkan. Dialah Kristus satu-satunya, Allah sungguh-sungguh, yang benar-benar menderita sengsara disalibkan, mati dan dikuburkan untuk memperdamaikan kita dengan BapaNya dan Ia menjadi suatu kurban, bukan hanya untuk menghapus dosa warisan melainkan semua dosa yang dilakukan manusia.
3. Kebangkitan Kristus
Sesungguhnya Kristus sudah bangkit dari antara orang yang mati dan telah mengambil kembali tubuhNya dengan sempurna segala sesuatu yang ada dalam tabiat manusia sempurna.
Di dalam keadaan ini Dia telah naik ke surga dan duduk di sebelah kanan Allah, hingga datang kembali untuk menghakimi semua manusia pada akhir zaman.
4. Roh Kudus
Roh Kudus berasal dari Bapa dan Anak. Satu zat satu keagungan, satu kemuliaan dengan Bapa dan Anak Allah yang sungguh-sungguh dan kekal.
5. Alkitab
Segala hal yang perlu diketahui untuk keselamatan terdapat dalam Alkitab, sehingga apa yang tidak dapat dibaca di dalamnya atau tidak dapat dibuktikan dengannya janganlah dipaksakan kepada seseorang. Hal tersebut harus dipercayai sebagai suatu asas kepercayaan pokok atau dianggap perlu sebagai keharusan atau untuk keselamatan. Alkitab yang dimaksudkan ialah buku-buku yang telah ditetapkan menjadi kitab Suci, baik dari Kitab Injil Perjanjian Lama maupun Kitab Perjanjian Baru yang tidak pernah diragukan akan keasliannya dalam Gereja.
6. Perjanjian Lama
Perjanjian Lama tidak bertentangan dengan Perjanjian Baru, karena di dalam kedua-duanya hidup yang kekal ditawarkan kepada umat manusia oleh Kristus. Hanya Dialah pengantara antara Allah dengan manusia, karena Dia adalah Allah dan manusia adanya.
Sebab itu janganlah kita perhatikan mereka yang menganggap bahwa orang-orang beriman pada zaman yang lampau hanya mengharapkan Perjanjian-perjanjian yang fana.
Meskipun orang-orang Kristen tidak perlu mengikuti segala upacara agama, tertib ibadah dan hukum-hukum pemerintahan bangsa Yahudi yang diberikan Allah melalui Musa, namun orang Kristen masih tetap harus menaatinya seperti tercantum dalam Taurat.
7. Dosa Warisan
Dosa warisan, bukanlah penurunan kelakuan Adam, yang diajarkan oleh Pelagianism. Tetapi merupakan kemerosotan kodrat dari setiap manusia, yang diwariskan oleh keturunan Adam. Oleh sebab manusia telah sangat jauh dari kebenaran dan setiap manusia senantiasa cenderung kepada yang jahat.
8. Kehendak Yang Bebas
Keadaan manusia setelah Adam adalah sedemikian rupa, sehingga ia tidak dapat kembali lagi untuk memperbaiki dirinya sendiri dengan kodratnya sendiri untuk beriman dan berseru kepada Allah. Demikianlah kita tidak mempunyai kuasa untuk melakukan hal-hal yang baik yang menyenangkan dan berkenan kepada Allah tanpa Anugerah Allah dalam Yesus Kristus yang menolong kita, supaya kita mempunyai kehendak yang baik itu.
9. Pembenaran Manusia
Kita dibenarkan di hadapan Allah hanya karena jasa Tuhan dan Juruselamat kita Yesus Kristus, yakni demi iman jadi bukan perbuatan ataupun kelayakan kita sendiri. Demikianlah bahwa kita dibenarkan hanya demi iman adalah suatu ajaran benar dan penuh dengan hiburan.
10. Perbuatan Yang Baik
Meskipun perbuatan yang baik merupakan buah iman dan datang sebagai akibat pembenaran, tidak dapat menghapuskan dosa-dosa kita dan tidak tahan menghadapi kekerasan pengadilan Allah, namun demikian perbuatan yang baik itu berkenan dan dapat diterima oleh Allah di dalam Kristus sehingga perbuatan yang baik itu menyatakan suatu iman yang hidup seperti pohon dikenal dari buahnya.
11. Perbuatan Yang Berlebih-lebihan
Perbuatan secara sukarela, sebagai tambahan yang melebihi perintah-perintah Allah tidak dapat diajarkan apabila dengan kesombongan dan kekafiran karena dengan hal demikian orang-orang mengatakan bahwa mereka tidak hanya mencurahkan kepada Allah sebanyak yang wajib mereka lakukan, bahwa mereka melakukan kepadaNya lebih dari pada kewajiban mereka, sedangkan Kristus dengan jelas berkata :”Apabila kamu sudah berbuat segala perkara yang diperintahkan atasmu itu berkatalah, kami ini hamba yang tidak berguna”.
12. Dosa Sesudah Pembenaran
Bukanlah setiap dosa yang dilakukan dengan sengaja setelah pembenaran merupakan dosa yang melawan Rohul Kudus dan yang tidak dapat diampuni. Sebab itu pembenaran tidak tertutup bagi setiap orang yang jatuh ke dalam dosa sesudah dibenarkan. Sesudah kita menerima Roh Kudus, kita dapat menjauhkan diri dari anugerah yang telah diberikan dan jatuh ke dalam dosa dan dengan anugerah Allah kita dapat bangkit kembali, serta memperbaiki hidup kita. Sebab itu barang siapa mengatakan bahwa mereka tidak mungkin berdosa lagi selama mereka hidup atau menyangkal tempat pengampunan bagi orang yang sungguh-sungguh bertobat, harus dipersalahkan dengan tegas.
13. Gereja
Gereja Kristus yang kelihatan adalah suatu perhimpunan orang beriman di dalamnya Firman Allah yang murni dikhotbahkan dan Sakramen-sakramen dilaksanakan dengan benar, sesuai dengan perintah Yesus Kristus dalam segala perkara yang berhubungan dengan itu.
14. Api Penyucian
Ajaran Gereja Roma Katolik mengenai api penyucian pengakuan dosa sebagai sakramen, penyembahan patung-patung peninggalan orang-orang suci adalah perbuatan manusia belaka dan sekali-kali tidak berdasarkan Alkitab bahkan bertentangan dengan Firman Allah.
15. Bahasa Dalam Kebaktian
Suatu perkara yang sama sekali bertentangan dengan Firman Allah dan kebiasaan Gereja mula-mula yaitu mempergunakan bahasa yang tidak dimengerti orang baik dalam kebaktian umum di gereja maupun dalam pelayanan Sakramen-sakramen.
16. Sakramen-sakramen
Sakramen-sakramen yang ditentukan oleh Kristus bukanlah hanya tanda atau lambang yang menyatakan pengakuan orang-orang Kristen, melainkan tanda anugerah dan kemurahan Allah kepada kita. Dia bekerja dalam batin kita untuk menghidupkan dan memperteguh iman kita akan Dia. Hanya dua Sakramen yang ditentukan oleh Kristus Tuhan kita dalam Injil, yaitu : Baptisan Kudus dan Perjamuan Kudus.
Menurut Alkitab bahwa sidi, perbuatan penyesalan, tahbisan imam, pernikahan dan urapan penahbisan bukanlah Sakramen. Sakramen-sakramen tidaklah ditetapkan oleh Kristus untuk dipertontonkan atau diarak, melainkan supaya kita melaksanakannya dengan sepatutnya. Barang siapa menerima dengan tidak berlayak, akan mendatangkan hukuman atas dirinya sendiri yang dikatakan Paulus dalam I Korintus 11 : 29.
17. Baptisan Kudus
Baptisan bukan hanya suatu tanda pengakuan Iman atau suatu tanda yang membedakan orang-orang Kristen dari orang-orang yang belum dibaptis, tetapi juga adalah suatu tanda kejadian manusia yang atau kelahiran baru, baptisan anak-anak haruslah tetap dipertahankan.
18. Perjamuan Kudus
Perjamuan Kudus bukan hanya suatu tanda kasih yang harus dimiliki setiap orang Kristen, tetapi suatu Sakramen mengenai penebusan dosa kita oleh kematian Kristus, sehingga barang siapa menerimanya dengan selayaknya dengan iman menerima roti yang dipecah-pecahkanNya itu sebagai pengambilan bagian tubuh Kristus, demikian juga cawan yang diberkati itu adalah pengambilan bahagian dari darah Kristus. Ajaran tentang “Transubtansiasi” atau “Perubahan Zat” baik roti maupun anggur dalam Perjamuan Tuhan, tidak ada buktinya dalam Alkitab, melainkan bertentangan dengan Firman Allah, sebab dengan demikian timbullah bermacam-macan takhyul.
Tubuh Kristus yang diberikan dan dimakan dalam Sakramen ini, hanya secara surgawi dan rohani. Menerima dan makan tubuh Yesus Kristus dalam sakramen ini, adalah Iman. Perjamuan Kudus, tidak disuruh Kristus hanya diasingkan, dipertontonkan, disanjung atau disembah.
19. Dua Unsur Perjamuan Kudus
Cawan Tuhan tidak dilarang kepada warga gereja, karena kedua unsur dalam Perjamuan Tuhan itu telah ditentukan dan diperintahkan oleh Kristus sendiri dan harus dijalankan kepada semua orang Kristen.
20. Kurban Kristus Pada Kayu Salib
Persembahan Kristus yang sekali dilakukan adalah penebusan, pengampunan dan penghapusan yang sempurna untuk segala dosa seluruh dunia, yaitu dosa warisan maupun dosa perbuatan. Sebab itu kurban misa yang biasa dikatakan, bahwa Pastor itu menawarkan Kristus bagi orang yang hidup dan yang telah mati untuk mendapat pembebasan dari kesakitan dan kesalahan adalah suatu pengajaran dan tipu daya yang menyesatkan.
21. Nikah Pendeta-Pendeta
Hukum Allah tidak memerintahkan Pendeta-pendeta Kristen untuk menghindarkan diri dari pernikahan. Oleh sebab itu halallah bagi mereka sama seperti orang-orang Kristen lainnya, asalkan nikah itu mendatangkan ibadah yang lebih sempurna.
22. Tata Cara dan Upacara Gereja
Tidak begitu penting semua tata cara dan upacara kebaktian sama di semua tempat atau sama sekali serupa, karena tata cara dan upacara itu boleh berlainan dan dapat disesuaikan dengan keadaan negara, zaman, adat-istiadat, asalkan jangan bertentangan dengan Firman Allah.
Barang siapa dengan sengaja dan secara terbuka melanggar tata cara dan upacara gereja yang bertentangan dengan Firman Allah yang telah disetujui dan ditetapkan oleh persekutuan harus ditegur secara terbuka, agar pelanggaran itu jangan sampai melukai perasaan orang-orang yang masih lemah imannya. Tiap-tiap gereja berhak menambah atau mengurangi tata cara dan upacara gereja asalkan tidak bertentangan dengan Firman Tuhan bahkan harus meneguhkan iman.
23. Kewajiban Orang Kristen Kepada Pemerintah
Semua orang Kristen berkewajiban mematuhi hukum-hukum pemerintah ataupun penguasa tertinggi di negara tempat mereka menjadi warga negara atau bertempat tinggal. Setiap orang Kristen sebaiknya memakai semua cara yang baik untuk mendorong dan menyehatkan ketaatan kepada penguasa yang ada. Kewajiban ini hanya dapat dilaksanakan sejauh mungkin bila hukum negara iitu tidak melanggar hukum-hukum Allah.
24. Harta Benda Orang Kristen
Harta Benda orang Kristen bukanlah milik umum seperti sangkaan kebanyakan orang, tetapi semuanya adalah hak dan kuasa masing-masing. Tetapi setiap orang haruslah bermurah hati mengamalkan miliknya itu dengan sukarela kepada orang-orang miskin, sesuai dengan kemampuan masing-masing.
25. Sumpah Orang Kristen
Sebagaimana kita mengakui bahwa Tuhan Yesus Kristus dan Rasul Yakubus melarang orang-orang Kristen bersumpah dengan sia-sia karena itu kita mengerti bahwa agama Kristen memperbolehkan seseorang bersumpah jika hakim menuntutnya, asalkan sumpah itu sesuai dengan iman dan kasih dalam keadilan dan kebenaran.

Tambahan - Kesucian
Kesucian adalah pembaharuan oleh Roh Kudus dari sifat-sifat kita yang merosot itu, diterima melalui iman kepada Yesus Kristus, oleh penebusan darah-Nya menyucikan kita dari segala dosa. Oleh-Nya kita tidak hanya dibebaskan dari tanggungan-tanggungan dosa, tetapi juga dibasuh dari segala kenajisan serta dibebaskan dari segala kuasa dosa, diberikan kesanggupan, demi anugerah untuk mengasihi Allah dengan segenap hati kita dan berjalan dalam segala hukum-Nya yang kudus dengan tidak bersalah.
(Pasal Tambahan ini adalah salah satu pokok dari Disiplin Gereja Methodist Protestan, yang bergabung menjadi Gereja Methodist yang sekarang di Amerika dan di luar Amerika)

Hanya satu syarat yang harus dipenuhi seseorang yang ingin masuk ke dalam Gereja Methodist, yaitu : Keinginan melepaskan diri dari murka yang akan datang dan diselamatkan dari dosa-dosa mereka. Kalau benar-benar keinginan itu menjadi dasar penghidupan orang tersebut, maka dia akan berbuah (Yoh 15 : 5)

GEREJA METHODIST INDONESIA

Tgl. 9-8-1964 ditetapkan Otonomi Gereja Methodist Indonesia yang tidak bertentangan dengan kepercayaan Gereja Methodist di seluruh dunia. Kemudian dari pada itu, untuk menjaga keutuhan otonomi Gereja tersebut dengan tertib disusunlah kembali organisasinya dalam suatu “Konstitusi” yang dipimpin oleh hikmat dan kebijaksanaan dalam Konperensi Agung Gereja Methodist Indonesia.

NAMA, TEMPAT KEDUDUKAN DAN WAKTU
Persekutuan ini diberi nama Gereja Methodist Indonesia dan disingkat GMI adalah bagian dari Gereja Universal, sebab itu dapat menerima segala bangsa tanpa memandang warna kulit, kedudukan atau martabat kehidupan menjadi anggota penuh dan mengambil bagian dalam pekerjaan gereja sesuai dengan Disiplin GMI.
Gereja Methodist Indonesia berkedudukan di Jalan RA. Kartini No. 31 Medan 20152, Sumatera Utara dan merupakan kelanjutan serta peningkatan dari Gereja Methodist Sumatera yang didirikan pada tahun 1905 (Seribu Sembilan Ratus Lima) untuk waktu yang tidak ditentukan lamanya.

PENGAKUAN, KEPERCAYAAN DAN TUJUAN
Gereja Methodist Indonesia mengaku bahwa Yesus Kristus adalah Tuhan dan Juruselamat dunia serta Kepala Gereja, Sumber Kebenaran dan hidup sesuai dengan Firman Allah dalam Alkitab, yaitu: Perjanjian Lama dan Perjanjian Baru.
Kepercayaan
Gereja Methodist Indonesia meyakini 25 (Dua Puluh Lima) kepercayaan Methodist sebagaimana yang diyakini oleh Gereja Methodist di seluruh dunia.
Tujuan Gereja Methodist Indonesia adalah memasyurkan Yesus Kristus melalui Pemberitaan Injil ke seluruh dunia, menghimpun mereka dalam persekutuan Sidang Kristus dan mendalami kehidupan kerohanian mereka sehingga Kristus dan pengajaran-Nya menjadi sumber persekutuan tersebut.

AZAS BERMASYARAKAT, BERBANGSA DAN BERNEGARA
Gereja Methodist Indonesia berazaskan Pancasila dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara di Indonesia.

KEANGGOTAAN
Penerimaan Anggota
Yang diterima menjadi anggata Gereja Methodist Indonesia ialah :
1. Mereka yang pada saat ditetapkannya otonomi Gereja ini telah terdaftar sebagai anggota Gereja Methodist Sumatera Indonesia.
2. Anggota-anggota baru yang diterima oleh Jemaat setempat.

WILAYAH KERJA
Wilayah kerja Gereja Methodist Indonesia meliputi: seluruh wilayah Negara Republik Indonesia dan wilayah lainnya sesuai dengan Matius 28 : 19-20.

USAHA-USAHA
Tugas panggilan Gereja adalah mengabarkan Injil, memelihara serta memperdalam hidup kerohanian jemaat dan meningkatkan taraf kehidupan jemaat dengan mengadakan antara lain :
1. Pekabaran Injil
2. Tempat-tempat Kebaktian/Rumah Peribadatan
3. Lembaga-lembaga Pendidikan
4. Rumah-rumah Sakit dan Klinik Kesehatan
5. Panti Asuhan
6. Asrama-asrama
7. Usaha-usaha lain yang bersifat sosial dan lain-lain, yang tidak bertentangan dengan Konstitusi Gereja Methodist Indonesia dan Undang-undang Negara Republik Indonesia.

HARTA DAN KEUANGAN
1. Semua harta dan kekayaan yang dulunya dikuasi Yayasan Gereja Methodist Indonesia merupakan modal pertama dari Gereja Methodist Indonesia.
2. Semua harta dan kekayaan yang berada dalam Jemaat Setempat, Resort, Distrik, Wilayah dan Pusat termasuk harta kekayaan lembaga-lembaga yang berada di dalamnya adalah milik Gereja Methodist Indonesia.
3. Harta dan kekayaan tersebut terdiri dari jumlah uang kertas dan uang logam, surat-surat berharga, benda bergerak dan benda yang tidak bergerak yang diperoleh karena pemberian hibah dan usaha lainnya.

Semua harta dan kekayaan Gereja Methodist Indonesia pengurusan dan penggunaannya diatur dalam Peraturan Rumah Keuangan
Keuangan Gereja diperoleh dari usaha-usaha yang sah, antara lain:
1. Persembahan Persepuluhan (Maleakhi 3 : 10)
2. Persembahan Ucapan Syukur
3. Persembahan pada setiap kebaktian
4. Sumbangan-sumbangan yang tidak mengikat
5. Hasil usaha dari Lembaga-lembaga
6. Dan lain-lain yang diperoleh secara halal

KE-EPISKOPALAN
1. Gereja Methodist Indonesia secara konsisten melaksanakan sistem ke-Episkopalan koneksional pada struktur organisasi gereja.
2. Ke-Episkopalan adalah satu sistem organisasi gereja, dimana kepemimpinan gereja dipegang oleh Bishop.
3. Daerah Ke-Episkopalan ialah satu wilayah Konperensi Tahunan penuh dan disahkan oleh Konperensi Agung GMI.
4. Penanggungjawab pelaksanaan Ke-Episkopalan :
Bishop yang dipilih dan ditetapkan oleh Konperensi Agung GMI
5. Para Bishop terpilih membentuk badan yang disebut : Dewan Bishop.

Latar Belakang Epikopal
Sistem Episkopal pada Struktur Organisasi Kegerejaan berdasarkan Alkitab, yaitu kepemimpinan jemaat mula-mula pada zaman Rasul-rasul, berada di tangan para Episkopos, Bishop, yang disebut Penilik (Pengawas) atau penjaga (Pemelihara/Pengayom) dalam 2 (dua) alur tugas:
1. Tugas Keimanan (Kisah Para Rasul 20: 28)
2. Tugas Organisasi (Titus 1: 5-9)
Makna Keepiskopalan GMI
GMI menganut dan memelihara sistem ke-Episkopalan yang dipimpin oleh para Bishop dan masing-masing berkedudukan pada satu Konperensi Tahunan.

ALAT KELENGKAPAN
Konperensi Gereja Methodist Indonesia terdiri dari :
1. Konperensi Jemaat Setempat
2. Konperensi Resort
3. Konperensi Distrik
4. Konperensi Tahunan
5. Konperensi Agung

Tahunan Wilayah Distrik Resort Jemaat Keterngan
I 1 Binjai, Aceh Utara Timur, Langkat
2 Hang Tuah Kasih Karunia Medan, L.Pakam, Belawan, Tj.Morawa
3 Sidikalang, Berastagi, Kabanjahe, Dairi, Aceh Tenggara
4 Tebing Tinggi, Dolok MAsihul, Simalungun
5 Siantar, Raya, Perdagangan, Toba
6 Kisaran, Asahan, Tanjung bAlai
7 Rantau Prapat, LAbuhan Utara Atas
8 Pekanbaru, Duri, Riau
9 Bagan Batu, Labuhan Utara Bawah,
Mision P.Sidempuan, Nias
Tionghoa Gloria, Chinese Church
II 1 Jambi, Palembang, Batam
2 Lampung
3 Jakarta, Bandung, Jawa Barat
4 Yogyakarta, Jawa TImur
5 Bengkulu


KEPEMIMPINAN
Kepemimpinan GMI
1. GMI dipimpin Dewan Bishop
2. Wilayah Konperensi Tahunan GMI dipimpin oleh seorang Bishop.
3. Distrik dipimpin oleh seorang Distrik Superintendent yang ditetapkan dan ditempatkan oleh Bishop.

Bishop
1. Gereja Methodist Indonesia dipimpin oleh Dewan Bishop yang bertanggungjawab atas hidup kerohanian dan materi GMI.
2. Ketua Dewan Bishop bertindak untuk dan atas nama GMI berkedudukan di Kantor Pusat GMI di dalam dan di luar pengadilan.
3. A. Bishop adalah status Episkopal dari seorang Pendeta yang telah dikonsekrasi (dikuduskan) ke dalam status ini.
B. Bishop adalah juga Jabatan sehingga konsekrasi Bishop itu adalah untuk seumur hidup. Artinya Jabatan Bishop boleh pensiun tetapi status Bishop tetap Bishop untuk selama-lamanya.
4. Semua surat-surat pembuktian ditandatangani atas nama GMI oleh Bishop atau oleh yang dikuasakan.
5. Dalam satu hal Bishop dapat mendelegasikan wewenang dan kuasa kepada seseorang untuk dan atas nama GMI.
6. Jabatan Bishop berperiode 4 tahun dan dapat dipilih untuk 2 (dua) periode saja.

Pimpinan Konperensi Tahunan
Pimpinan Konperensi Tahunan adalah seorang Bishop yang bertugas untuk menggembalakan seluruh jemaat yang ada dalam satu wilayah Konperensi Tahunan GMI dan bertanggung jawab untuk membimbing dan melindungi para Pendeta dan Guru Injil yang melayani jemaat di daerah Konperensi Tahunan tersebut.

Distrik Superintendent
Distrik Superintendent ialah seorang pendeta yang ditetapkan dan ditempatkan oleh Bishop untuk menggembalakan jemaat-jemaat yang terletak dalam satu distrik GMI dan penanggungjawab khusus untuk membimbing dan melindungi para Pendeta dan Guru Injil yang melayani jemaat dalam distriknya.

Badan-Badan
Untuk membantu Bishop dalam melaksanakan tugasnya, maka dibentuklah :
A. Badan-badan dan Panitia di tingkat Konperensi Tahunan sebagai berikut :
1. Badan Evangelisasi dan Pembinaan
2. Badan Penatalayanan dan Keuangan
3. Badan Pendidikan/Yayasan Pendidikan
4. Badan Partisipasi Pembangunan dan Diakoni Sosial
5. Badan Pemeriksa Latihan dan Penetapan Jabatan (BPLPJ)
B. Badan-badan dan Urusan-urusan di tingkat Konperensi Agung sebagai berikut:
1. Badan Pertimbangan Agung (BPA)
2. Badan Episkopal
3. Badan Pengawas Kegiatan dan Keuangan (BPKK)
4. Panitia Disiplin
5. Badan Pengkajian dan Perencanaan (BP3)
6. Bendahara Agung
7. Urusan-urusan


JEMAAT
1. Jemaat adalah persekutuan orang-orang yang mengaku Yesus Kristus adalah Tuhan dan Juruselamat, serta telah mengikrarkan janji keanggotaan dan yang telah dihubungkan dalam persaudaraan Kristen.
2. Jemaat merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari Gereja Universal melalui pengakuan Iman Rasuli sebagai Gereja yang Kudus dan Am.

Jemaat GMI
1. Jemaat GMI ialah persekutuan sejumlah anggota GMI yang mempunyai sarana pelayanan yang telah ditetapkan dan diresmikan dengan Surat Keputusan Bishop Wilayah masing-masing.
2. Jemaat terdiri :
2.1 Pos Pelayanan
2.2 Jemaat Persiapan
2.3 Jemaat Penuh
3. Setiap Jemaat adalah bagian dari Gereja Methodist Indonesia secara keseluruhan.

Persyaratan Jemaat
1. Pos Pelayanan
1.1 Mempunyai anggota penuh sedikitnya 5 jiwa
1.2 Bertanggung jawab terhadap semua anggotanya di manapun mereka berada.
1.3 Melaksanakan Pekabaran Injil ke dalam dan ke luar.
1.4 Melaksanakan administrasi yang baik di bidang keanggotaan dan keuangan.
2. Jemaat Persiapan
2.1 Mempunyai anggota penuh sedikitnya 25 jiwa
2.2 Bertanggungjawab terhadap semua anggotanya di manapun mereka berada.
2.3 Melaksanakan Pekabaran Injil ke dalam dan ke luar.
2.4 Melaksanakan administrasi yang baik di bidang keanggotaan dan keuangan.
2.5 Bertanggungjawab terhadap nafkah dan biaya pengobatan Pimpinan Jemaat dan Keluarganya.
2.6 Mempunyai tempat ibadah yang tetap.
2.7 Dapat memenuhi tanggungjawab finansial ke Distrik, Wilayah dan Pusat.
3. Jemaat Penuh
3.1 Mempunyai anggota penuh sedikitnya 40 jiwa
3.2 Bertanggung jawab terhadap semua anggotanya dimanapun mereka berada.
3.3 Melaksanakan Pekabaran Injil ke dalam dan ke luar.
3.4 Melaksanakan administrasi yang baik di bidang keanggotaan dan keuangan.
3.5 Bertanggungjawab akan nafkah dan biaya pengobatan Pimpinan Jemaat dan Keluarganya.
3.6 Mempunyai tempat ibadah yang tetap.
3.7 Dapat memenuhi tanggungjawab finansial ke Distrik, Wilayah dan Pusat.


Proses Pembentukan Jemaat Baru
1. Jemaat baru adalah persekutuan yang dibentuk oleh anggota-anggota GMI di lokasi yang baru.
2. Pembentukan Jemaat yang baru hanya dapat dilaksanakan setelah mendapat persetujuan Konperensi Resort.
3. Distrik Superintendent atau Pendeta yang diserahi tugas oleh Distrik Superintendent, memanggil anggota jemaat yang akan diresmikan untuk memilih Majelis, Komisi dan Panitia-panitia yang diperlukan.
4. Distrik Superintendent menetapkan tempat Gereja yang baru akan dibangun.gereja kepada Panitia Pembangunan setempat.
5. Bishop di Wilayah masing-masing bersama Panitia Perluasan gereja dari Konperensi Tahunan akan menetapkan di Distrik mana jemaat baru itu ditetapkan.


KEANGGOTAAN

Keanggotaan Jemaat
Gereja Methodist Indonesia adalah bagian dari gereja Universal, karena itu dapat menerima segala bangsa tanpa memandang warna kulit, kedudukan atau martabat kehidupan menjadi anggota penuh dan mengambil bagian dalam pekerjaan gereja.

Hubungan Keanggotaan
Setiap orang yang telah menjadi anggota jemaat maka dia adalah juga anggota Gereja Methodist sedunia.

Anggota Jemaat Gereja Methodist Indonesia terdiri dari :
1. Anggota Penuh, yaitu :
1.1 Semua orang yang diterima dari kelas sidi.
1.2 Semua orang yang diterima melalui baptisan dewasa.
1.3 Yang pindah dari gereja lain.
1.4 Yang diterima kembali dengan pertobatan.
1.5 Yang diterima dari orang Kristen yang tidak jelas status keanggotaan gerejanya.
2. Anggota Persiapan, yaitu :
2.1 Semua anak yang lahir dalam keluarga anggota jemaat yang belum sidi.
2.2 Semua orang dewasa yang belum dibaptiskan dan masih dalam status belajar.

Tugas dan Tanggung jawab Anggota
Tugas dan tanggungjawab anggota adalah setia menepati janji yang telah dijanjikannya di hadapan jemaat sewaktu ia diterima sebagai anggota jemaat, antara lain :
1. Rajin membaca Firman Tuhan setiap hari.
2. Rajin dan tekun berdoa setiap hari
3. Rajin mengikuti setiap kebaktian, seperti Kebaktian Keluarga, Kebaktian Rumah Tangga, Kebaktian Umum, Kebaktian Evangelisasi, Kebaktian Kebangunan Rohani, dan Kebaktian lainnya.
4. Setia mempersembahkan persepuluhan setiap bulan.
5. Setia memberikan persembahan lainnya.
6. Berpartisipasi aktif dalam semua pelayanan di Jemaat.

Berhenti sebagai Anggota
Seseorang dapat berhenti dari keanggotaan jemaat GMI, karena :
1. Meninggal dunia.
2. Pindah
3. Mengundurkan diri
4. Dikeluarkan oleh keputusan Konperensi Resort karena melanggar Disiplin.

Administrasi Keanggotaan
1. Setiap jemaat harus menyediakan Buku Induk Keanggotaan dan Buku Pembantu, antara lain: Daftar Anggota Persiapan, Daftar Anggota Penuh, Duplikat Surat Baptis, Sidi, Nikah dan Buku Mutasi.
2. Pendeta, Guru Injil wajib mengisi dan memeriksa mutasi keanggotaan setiap bulannya serta menyesuaikan dengan buku tersebut pada ayat 1 (satu) di atas.
3. Nama anak-anak akan tetap dalam daftar anggota persiapan hingga umur 16 (enam belas) tahun, kecuali jika ada hal yang merubah statusnya.
4. Pendeta dan Guru Injil atau orangtua atau wali, Guru-guru Sekolah Minggu dan Pimpinan Pemuda-Pemudi diwajibkan mengajar anggota-anggota Persiapan, sehingga mereka bersedia menyerahkan diri kepada Kristus.
5. Semua anak yang dilahirkan dalam keluarga anggota jemaat, walaupun belum dibaptiskan sudah termasuk anggota persiapan, dan demi kasih sayang Tuhan Yesus dan kasih Allah Bapa termasuk dalam pelayanan Pendeta dan atau Guru Injil setempat.
6. Apabila seseorang anggota lalai dan mengabaikan janjinya serta tidak menghadiri kebaktian dengan alasan yang tidak dapat diterima, maka Pendeta dan atau Guru Injil serta Ketua Komisi Keanggotaan dan Evangelisasi melaporkannya kepada Panitia Khusus yang dibentuk oleh Komisi Keanggotaan dan Evangelisasi untuk mengusahakan agar orang yang lalai tersebut dapat aktif kembali.
7. Bila anggota yang bersangkutan tidak aktif kembali, maka kepadanya diajukan beberapa hal :
Agar mereka bersedia memperbaharui janjinya dan menjadi aktif kembali mengikuti kebaktian.
Dianjurkan supaya meminta perpindahan ke jemaat GMI yang lain di tempat ia akan aktif.
Mengusahakan pemindahan ke gereja tetangga.
Jika yang bersangkutan tidak bersedia melaksanakan salah satu di antara tiga syarat tersebut dalam tempo 2 (dua) tahun, maka Konperensi Resort mencoret namanya dari daftar keanggotaan.
8. Kalau seorang anggota pindah domisili ke tempat lain dan alamatnya diketahui, tetapi tidak pernah aktif di gereja tempat ia berada selama 2 (dua) tahun berturut-turut dan telah dilayani oleh Guru Injil atau Pendeta dan atau oleh Ketua Komisi Keanggotaan dan Evangelisasi secara tertulis, maka namanya akan dicoret oleh Konperensi Resort atas rekomendasi dari Pendeta dan Guru Injil dan atau Ketua Komisi Keanggotaan dan Evangelisasi.
9. Jika seorang anggota pindah ke tempat lain dan alamatnya tidak diketahui, maka Guru Injil, Pendeta dan Ketua Komisi Keanggotaan akan berusaha mencarinya melalui pengumuman dan buletin gereja. Jika telah ditemukan, maka diminta untuk memenuhi ketentuan ayat 7 pasal ini. Bila sesudah 2 tahun alamatnya tidak diketahui maka namanya dicoret oleh Konperensi Resort atas rekomendasi Pendeta dan Guru Injil, Ketua Komisi Keanggotaan dan Evangelisasi.
10. Apabila seseorang telah pindah ke daerah lain, kemudian melaporkannya kepada Guru Injil, Pendeta, Ketua Komisi Keanggotaan dan Evangelisasi maka Guru Injil atau Pendeta wajib mengirimkan surat pindah orang tersebut kepada gereja yang akan menerimanya dengan tembusan kepada yang bersangkutan.
11. Seorang anggota jemaat yang sudah jelas pindah ke gereja tetangga tanpa minta surat pindah, maka keanggotaannya di-coret dari daftar keanggotaan oleh Konperensi Resort. Tembusan keputusan Konperensi Resort disampaikan kepada yang bersangkutan untuk diketahui dengan catatan : menarik diri.
12. Apabila seseorang yang namanya telah dicoret oleh Konperensi Resort dengan hormat, tetapi kemudian ingin kembali menjadi anggota, maka Guru Injil, Pendeta dan Ketua Komisi Keanggotaan dan Evangelisasi dapat menerima kembali, kemudian melaporkannya ke Konperensi Resort.
13. Kalau suatu jemaat terpaksa akan bubar dan ditutup, maka Guru Injil atau Pendeta memindahkan anggota-anggotanya ke gereja atau jemaat yang disukai mereka. Tetapi jika mereka tidak memilih salah satu gereja, maka Distrik Superintedent memindahkan keanggotaan mereka ke jemaat Gereja Methodist Indonesia yang terdekat.
14. Semua surat pindah dibuat sesuai dengan formulir yang berlaku.

MAJELIS JEMAAT

Pimpinan Jemaat
1. Setiap jemaat dipimpin dan digembalakan oleh seorang Guru Injil atau Pendeta yang ditetapkan dan ditempatkan oleh Bishop Pimpinan Wilayah.
2. Jemaat yang belum mempunyai Guru Injil atau Pendeta yang ditetapkan oleh Bishop Pimpinan Wilayah, maka Distrik Superintendent menetapkan Lay Leader Jemaat untuk memimpin jemaat itu di bawah bimbingan dan pengawasan Guru Injil atau Pendeta yang terdekat.
3. Pimpinan jemaat dibantu oleh Lay Leader.

Majelis Jemaat
1. Setiap jemaat mempunyai badan pekerja yang disebut Majelis Jemaat.
2. Majelis jemaat bertanggung jawab dalam pemeliharaan dan penyelenggaraan kehidupan jemaat.
3. Majelis jemaat dilantik oleh Distrik Superintendent atau Pendeta yang ditugaskan oleh Distrik Superintendent.

Keanggotaan Majelis Jemaat
1. Anggota Majelis Jemaat terdiri dari :
1.1 Pimpinan Jemaat
1.2 Para Asisten Pimpinan Jemaat yang ditempatkan oleh Bishop Pimpinan Wilayah untuk melayani jemaat tersebut.
1.3 Lay Leader
1.4 Pimpinan Sekolah Minggu.
1.5 Ketua setiap Komisi
1.6 Ketua setiap Panitia
1.7 Ketua P3MI, PWMI dan P2MI
1.8 Bendahara Jemaat
1.9 Utusan dan cadangan ke Konperensi Tahunan.
1.10 Anggota-anggota Majelis lainnya yang dipilih oleh Konperensi Jemaat setempat menurut kebutuhan.
2. Jumlah anggota Majelis Jemaat sedikit-dikitnya 3 (tiga) orang dan sebanyak-banyaknya 35 (tiga puluh lima) orang.

Persyaratan Anggota Majelis Jemaat
Yang dipilih menjadi anggota Majelis Jemaat ialah :
1. Mereka yang mempunyai kehidupan Kristen yang baik dan cinta kepada Gereja dan pelayanannya.
2. Mereka yang sudah berusia 21 tahun kecuali Ketua P3MI dan setinggi-tingginya 65 tahun.
3. Mereka yang sudah 4 (empat) tahun menjadi anggota GMI kecuali pada jemaat yang baru diresmikan.
4. Anggota jemaat yang memahami isi Disiplin GMI.

Prosedur Pemilihan Anggota Majelis Jemaat
1. Pemilihan dilakukan oleh Konperensi Jemaat melalui Panitia Pencalon atau secara langsung.
2. Panitia Pencalon sebanyak 5 orang terdiri dari: Pimpinan Jemaat, dan 4 orang lainnya dipilih melalui Konperensi Jemaat.
2.1 Pimpinan Jemaat setempat karena jabatannya menjadi anggota Panitia Pencalon.
2.2 Tugas Panitia Pencalon ialah menyusun formasi Majelis Jemaat, kemudian membawanya ke dalam Konperensi Jemaat untuk disahkan. Usul Panitia Pancalon tidak mutlak, boleh direvisi Konperensi Jemaat.
2.3 Masa kerja Panitia Pencalon hanya bertugas sampai pemilihan selesai.
2.4 Majelis terpilih segera mengadakan rapat untuk mengisi formasi Majelis jemaat.

Masa Kerja Majelis Jemaat
1. Masa kerja anggota Majelis Jemaat adalah 2 (dua) tahun
2. Majelis jemaat yang telah mengakhiri masa kerjanya dapat dipilih kembali.
3. Majelis yang terpilih jika tidak melaksanakan tugas/ menghadiri rapat, dapat diganti atas keputusan Konperensi Resort.

Tugas dan Tanggung jawab Majelis Jemaat
1. Bertanggungjawab atas urusan administrasi yang berhubungan dengan rohani dan materi dibawah pengawasan Konperensi Resort
2. Melaksanakan segala rencana kerja yang disahkan Konperensi Resort.
3. Mengusulkan RAPB Jemaat setempat kepada Konperensi Resort untuk mendapatkan pengesahan.
4. Menerima laporan bulanan dari setiap komisi, seksi dan panitia-panitia di lingkungan Majelis bersangkutan.
5. Sebelum Konperensi Resort yang terakhir, Majelis Jemaat telah membuat rencana kerja untuk tahun berikutnya.
6. Majelis Jemaat tidak dapat meniadakan hak-hak komisi, panitia dan seksi-seksi jemaat setempat sebelum ada rekomendasi dari Konperensi Resort.
7. Majelis Jemaat harus mengadakan rapat sedikit-dikitnya sekali sebulan.
8. Rapat Istimewa dapat diadakan atas panggilan Ketua (Pendeta) atau oleh lebih dari setengah anggota.

Kepengurusan Majelis Jemaat
1. Ketua : Pimpinan Jemaat
2. Wakil Ketua : Lay Leader
3. Sekretaris
4. Wakil Sekretaris
5. Bendahara
6. Anggota-anggota.




ORGANISASI P3MI

Organisasi ini bernama “Persekutuan Pemuda Pemudi Methodist Indonesia” disingkat P3MI dan menjadi organisasi Pemuda Pemudi resmi, dalam Gereja Methodist Indonesia.

P3MI satu-satunya wadah bagi Pemuda Pemudi Methodist Indonesia. Dan bergabung dalam Konperensi Tahunannya di Medan tanggal 21 s/d 25 Oktober 1964 yang merupakan badan tertinggi.

Organisasi Ini Berdiri Atas
a. Firman Allah (Alkitab)
b. Pandangan dan cita-cita Gereja Methodist Indonesia mengenai pemuda seperti yang termaktub dalam Disiplin Gereja Methodist Indonesia.

Organisasi ini di dalam bernegara, berbangsa dan bermasyarakat berazaskan Pancasila dan Undang-Undang Dasar 1945.

Organisasi ini bertujuan :
a. Menuntun Pemuda Pemudi untuk memperoleh persekutuan yang sempurna dengan Yesus Kristus sebagai Tuhan dan Juruselamat.
b. Menuntun Pemuda Pemudi untuk hidup dalam akhlak ke-Kristenan.
c. Menuntun Pemuda Pemudi untuk memberikan bakti bagi dunia.

Janji dan cita-cita hidup anggota P3MI untuk :
a. Hidup suci sesuai dengan kehendak Tuhan.
b. Menunjukkan kesetiaan dan bakti melalui GMI, bekerjasama dengan bagian-bagiannya yang lain dalam Gereja ini, sehingga Gereja ini lebih sempurna mengikuti Tuhan serta lebih berguna bagi manusia.

Motto organisasi ini adalah “KRISTUS DIATAS SEGALANYA”

Organisasi ini berusaha untuk mencapai tujuan dan memenuhi janji dalam empat bidang kerja yaitu : beribadat, belajar, melayani dan bersaksi.

Konperensi dan Organisasi
A. Konperensi Nasional :
1. Konperensi Nasional adalah musyawarah tertinggi dalam organisasi ini.
2. Konperensi Nasional diadakan sekurang-kurangnya sekali empat tahun.
3. Konperensi Nasional dibuka dengan resmi oleh Pengurus Nasional.
4. Konperensi Nasional Istimewa/Luar Biasa dapat diadakan bilamana dianggap perlu oleh Pengurus Nasional P3MI atau bila diminta oleh ½ n + 1 Konperensi Wilayah.
5. Anggota-anggota Konperensi Nasional ialah :
a. Ketua, Sekretaris dan Bendahara dari tiap Pengurus Wilayah
b. Utusan-utusan yang dipilih oleh Konperensi Wilayah
c. Utusan-utusan/wakil-wakil P3MI yang duduk dalam badan-badan/lembaga-lembaga agung.
B. Pengurus Nasional :
1. Organisasi ini ditingkat pusat dipimpin oleh PN-P3MI
2. Pengurus Nasional P3MI dipilih oleh Konperensi Nasional P3MI untuk jabatan 4 (empat) tahun.
C. Konperensi Wilayah :
1. Konperensi Wilayah diadakan sekali dua tahun
2. Konperensi Wilayah Istimewa/Luar Biasa dapat diadakan bila dianggap perlu oleh Pengurus Wilayah P3MI atau bila diminta oleh minimal ½ n + 1 Konperensi Distrik.
3. Anggota-anggota Konperensi adalah :
a. Ketua, Sekretaris dan Bendahara dari tiap Pengurus Distrik.
b. Utusan-utusan dari setiap Cabang di Wilayahnya.
c. Wakil-wakil P3MI yang duduk dalam panitia-panitia/lembaga-lembaga GMI di tingkat Konperensi Tahunan.
D. Pengurus Wilayah
1. Organisasi ini di tingkat Wilayah dipimpin oleh Pengurus Wilayah P3MI.
2. Pengurus Wilayah P3MI dipilih oleh Konperensi Wilayah untuk masa jabatan dua tahun.
E. Konperensi Distrik :
1. Konperensi Distrik diadakan sekali dua tahun.
2. Konperensi Distrik Istimewa/Luar Biasa dapat diadakan bila dianggap perlu oleh PD-P3MI atau 2/3 Cabang memintanya.
3. Anggota-anggota Konperensi adalah :
a. Utusan-utusan yang dipilih oleh Cabang.
b. Utusan-utusan/wakil-wakil P3MI yang duduk dalam panitia Distrik GMI.
F. Pengurus Distrik :
1. Organisasi ini ditingkat Distrik dipimpin oleh Pengurus Distrik P3MI.
2. Pengurus Distrik P3MI dipilih oleh Konperensi Distrik P3MI untuk masa jabatan dua tahun.

G. Konperensi Cabang/Rapat Anggota Cabang :
1. Diadakan minimal sekali setahun.
2. Konperensi Cabang Istimewa/Luar Biasa dapat diadakan bila diminta oleh Pengurus Cabang dan bila 2/3 anggota memintanya.
3. Anggota Konperensi: semua anggota.
H. Pengurus Cabang :
1. Organisasi ini di tingkat cabang dipimpin oleh Pengurus Cabang P3MI.
2. Pengurus Cabang P3MI dipilih oleh rapat cabang untuk masa jabatan satu tahun.

Keanggotaan
- Setiap Pemuda Pemudi yang menerima dasar dan tujuan organisasi ini, dapat diterima menjadi anggota.
- Anggota terdiri dari :
a. Anggota teras ialah anggota yang telah menjadi anggota penuh/dewasa dalam Gereja Methodist Indonesia (yang telah sidi).
b. Anggota Biasa ialah anggota yang telah berumur 15 tahun ke atas dan belum pernah berumah tangga dan belum anggota penuh GMI.
c. Anggota Kehormatan ialah semua Penasehat, Guru Injil dan Pendeta setempat.
d. Anggota Penyumbang ialah mereka yang secara berkala memberikan sumbangan bantuan materi/moril kepada P3MI setempat.
- Penerimaan Anggota :
a. Anggota teras dapat diterima dengan tertulis/mengisi formulir pendaftaran kepada Pengurus Cabang dan harus melalui acara penerimaan anggota.
b. Anggota biasa diminta dengan permintaan tertulis kepada Pengurus Cabang.
c. Anggota penyumbang dan kehormatan diangkat oleh kebijaksanaan Pengurus Cabang kecuali Pendeta dan Guru Injil yang sudah langsung dan seharusnya.
- Berhenti dan keluar dari keanggotaan (gugur), karena :
a. Mengundurkan diri.
b. Pindah/berumah tangga/meninggal dunia.

Hak dan Kewajiban Anggota
a. Anggota wajib untuk mengikuti segala usaha untuk mewujudkan tujuan dan cita-cita P3MI.
b. Anggota teras mempunyai hak memilih dan dipilih serta hak usul.
c. Anggota biasa mempunyak hak memilih dan hak usul.
d. Anggota kehormatan dan anggota penyumbang mempunyai hak usul.

Perbendaharaan
Perbendaharaan diperoleh dari :
1. Iuran anggota.
2. Sumbangan-sumbangan.
3. Hasil usaha lainnya yang tidak bertentangan dengan dasar-dasar dan tujuan P3MI.
a. Kolekte
b. Ucapan Syukur
c. Aksi Dana
Mekanisme Perbendaharaan :
1. 10 persen pendapatan dari cabang diserahkan kepada Pengurus Distrik.
2. 10 persen pendapatan dari Distrik diserahkan kepada Pengurus Wilayah
3. 10 persen pendapatan dari Distrik diserahkan kepada Pengurus Nasional




By: FERNANDO SITORUS, SE
Ketua Pengurus Wilayah I - P3MI

Senin, 01 Maret 2010

Ekonom Menilai Ekonom

Senin, 1 Maret 2010 02:40 WIB

Jakarta (ANTARA News) - Ekonom dari Ekonit, Hendry Saparini, mengajak masyarakat menilai dengan jujur apakah rekam jejak kinerja Wapres dan Menkeu Sri Mulyani benar-benar berkilau, sebagaimana yang didengung-dengungkan sebagai orang yang bersih dan reformis.

"Marilah kita menilai dengan jujur. Apakah rekam jejak kinerja Boediono dan Sri Mulyani memang benar-benar kinclong atau sebaliknya ," kata Hendry Saparini dalam diskusi "Memprediksi rekomendasi akhir pansus" di Rumah Perubahan Jakarta, Minggu.

Menurut Hendry, pada detik-detik terakhir mejelang paripurna DPR soal kasus Bank Century (BC), selain dilakukan lobi-lobi politik juga ada upaya membalikkan kesimpulan pansus yang menyalahkan kebijakan 'bailout' BC dengan menyederhanakan alasan bahwa ada kelompok yang ingin melengserkan Boediono-Sri Mulyani.

Sementara, katanya, figur Boediono dan Sri Mulyano digambarkan sebagai sosok yang bersih, yang ingin mereformasi birokrasi dan mengelola ekonomi dengan baik.

Imagi bersih dan reformis tersebut, ujar Hendry, telah didegung-degungkan dan digunakan untuk memporak-porandakan temuan Pansus dalam kasus BC.

Pansus, katanya, berdasarkan fakta dan bukti-bukti yang ada telah mengindikasikan Boediono dan Sri Mulyani melakukan pelanggaran hukum dan kebijakan untuk memuluskan kebijakan 'bailout' Bank Century.

"Mungkin benar keduanya (Boediono-Sri Mulyani) tidak menerima uang, tetapi sangat mungkin akan mendapatkan keuntungan non-finansial dari kebijakannya tersebut," kata Hendry dengan nada tinggi.

Menurut Hendry, cerita yang terus diulang-ulang yang menyatakan Boediono dan Sri Mulyani adalah sosok yang bersih dan reformis merupakan senjata pamungkas dari pemerintah untuk bisa bertahan. Hal itu juga sebagai upaya kelompok pendukung Boediono-Sri Mulyani untuk mempertahankan paradigma.

"Yang menjadi pertanyaan sekarang, benarkah Boediono dan Sri Mulyani kinerjanya sangat luar biasa sehingga pelanggaran dalam kebijakan publik harus dimaklumi," kata Hendry.

Menurut Hendry, saat Boediono menjadi Gubernur Bank Indonesia telah ikut menelorkan kebijakan BLBI yang merugikan anggaran negara paling tidak selama 30 tahun. Sementara saat menjadi Menkeu, Boediono telah membiarkan terjadinya privatisasi dan mengeluarkan kebijakan 'release and discharge' yang merugikan negara.

"Saat menjadi Menko Perekonomian, kebijakan yang diambil Boediono telah mengabaikan sektor riil," kata Hendry.

Sementara kinerja Menkeu Sri Mulyani, menurut Hendry, sebelum kesalahan kebijakan dalam kasus Bank Century terbuka, tidak sekinclong imagi yang diciptakan.

"Tugas utama Sri Mulyani sebagai Menkeu adalah mengelola APBN. Apa yang terjadi selama lima tahun APBN naik hampir tiga kali lipat, tetapi kesejahteraan masyarakat tidak juga meningkat," kata Hendry.

Sementara, pengelolaan belanja APBN masih sangat lemah sehingga realisasinya menumpuk di belakang, sehingga mengurangi kemampuan stimulusnya.

"Kelemahan ini akhirnya menghasilkan SILPA yang besar. Di sisi lain selama Sri Mulyani menjadi Menkeu APBN semakin dibiayai dengan 'high cost debt'," kata Hendry.

Hendry menjelaskan SBN bruto yang pada tahun 2004 hanya sebesar
Rp32 triliun, terus meningkat dan tahun ini hampir mencapai Rp180 triliun.

Dengan rekam jejak seperti itu, apakah pantas kinerja Boediono dan Sri Mulyani dibilang sukses dan kinclong, ujarnya.

"Dengan 'track record' di atas, apakah layak untuk dikatakan bahwa Boediono dan Sri Mulyani telah berhasil mengelola ekonomi Indonesia dengan baik," kata Hendry.

Senin, 16 November 2009

dr. Sofyan Tan: “Membangun Rumah Kaum Nasionalis di Tengah Rakyat”

“Siapa saja di negeri ini yang masih berpikir terkotak-kotak karena perbedaan suku dan agama, itu artinya orang tersebut anti Pancasila dan UUD 45,”tegas dr. Sofyan Tan ketika memberikan sambutan di hadapan ratusan guru dan karyawan dari Perguruan Sultan Iskandar Muda, Perguruan Budhis Bodhicitta dan Institute Trade & Bisnis (IT & B), di Medan (9/3/09).

Sepekan sebelumnya, ketika beramah tamah dengan puluhan tokoh etnis Tamil di sebuah resto, Sofyan Tan kurang lebih berkata demikian: “Kalau kita kompak bergandengan tangan, apapun bisa kita wujudkan. Tahun 2010 misalnya, mimpi orang Tionghoa atau Tamil jadi walikota Medan, bukan hal yang mustahil.” Tahun 2007, ketika mengkritik rencana pemberlakuan perda Pajak Kuburan oleh Pemda Deli Serdang, Sofyan Tan menyebutnaya sebagai perda keblabasan. “Betapa susahnya jadi orang Tionghoa di negeri ini, mulai dari lahir sampai mati pun masih diuber-uber petugas pajak!”tandasnya.

Begitulah pembawaan Sofyan Tan. Tegas, lugas dan jarang menggunakan bahasa berbunga-bunga. Dikenal sebagai tokoh muda yang banyak memberi kontribusi pembauran di Medan, Sofyan Tan memang berbeda dengan tokoh masyarakat Tionghoa lain. Kalau bicara, ia lebih suka blak-blakkan. Tapi Sofyan Tan bukan hendak mencari musuh. Dengan bicara jujur, ia mengharap pihak yang dikritik menyadari kesalahannya Soal kegandrungannya terhadap pembauran, Sofyan Tan mengaku tak bisa lepas dari peran orangtuanya, khususnya almarhum ayahnya. “Ayah saya selalu menasihati agar kami cinta terhadap negeri ini karena inilah tanah tempat kita dilahirkan, cari makan, dan kelak akan dikuburkan,”ungkapnya.

Cara Ayahnya mewujudkan cinta terhadap tanah air, menurut Sofyan Tan memang sangat sederhana. Dengan tetangganya yang muslim, ia sering melayat jika ada kemalangan. Misalnya ketika ada yang sakit atau meninggal. Ayahnya juga rajin mengikuti kegiatan sosial di kampungnya. Ada juga fakta lain yang selalu diceritakan Sofyan Tan. Nomer SBKRI (Surat Bukti Kewarganegaraan Republik Indonesia) ayahnya adalah bernomer urut 1. Itu artinya, almarhum ayahnya merupakan orang Tionghoa pertama di Sunggal yang secara sadar memilih untuk menjadi warga negara Indonesia! Nasihat lain dari ayahnya yang meresap adalah soal bahagia dalam kebersamaan. “Jika kamu ingin bahagia, ciptakanlah kebahagiaan bagi orang lain,”ujarnya mengulang pesan almarhum. Pesan tersebut benar-benar terpatri dalam sanubarinya.

Pendidikan Pembauran, Ekonomi Wong Cilik dan Lingkungan

Salah satu wujud dari kegandrungan Sofyan Tan terhadap suksesnya pembauran adalah melalui pendirian dan pengelolaan sekolah pembauran. Kini ada sekitar 1.700 siswa dan tenaga pengajar 126 orang yang tengah terlibat dalam proses belajar mengajar di Perguruan Sultan Iskandar Muda, Medan. Mereka berasal dari beragam suku, agama dan latar belakang budaya dan status sosial yang berbeda-beda. Selama kurang lebih 20 tahun, sudah ada 1.607 anak asuh yang disantuni, dan tidak kurang 100 orang yang diberi beasiswa untuk menyelesaikan program sarjana dan paskasarjana. Menurut Sofyan Tan, proses pendidikan yang berlangsung di sekolah diharapkan dapat memfasilitasi tumbuhnya generasi muda yang cara berpikir dan bertindaknya tidak dibatasi sekat-sekat kesukuan, perbedaan status sosial, budaya, terlebih agama dan keyakinan terhadap Tuhan Yang Maha Esa.

Untuk mewujudkan hal tersebut, YP SIM menyadari pentingnya menanamkan nilai-nilai solidaritas religius kepada anak didik, yang dibangun lewat praksis kehidupan sehari-hari. Di areal Perguruan Sultan Iskandar Muda seluas kurang lebih 1 hektar itu memang ada beberapa rumah ibadah seperti mesjid, gereja dan vihara. Menurut Sofyan Tan, keberadaan rumah ibadah tersebut, mengkondisikan seluruh subjek didik di YP SIM untuk terbiasa melihat perbedaan, misalnya bagi subjek didik yang bergama Kristen, dapat semakin memahami tata beribadat temannya yang bergama Islam, demikian juga sebaliknya. Sedang subjek didik yang menganut agama Islam dan Kristen, juga akhirnya terbiasa melihat mereka yang beragama Budha membakar dupa dalam ritual agama mereka. Sekolah tersebut juga menyantuni ratusan anak asuh yang berasal dari keluarga miskin, baik dari masyarakat Tionghoa maupun non Tionghoa.

Atas jasanya dalam menunjang program pembauran lewat pendidikan, tahun 2007, Sofyan Tan terpilih sebagai penerima Penghargaan Danamon Award 2007. Sebelumnya pada tahun 1989, ia mendapat beasiswa dari Ashoka Internasional, dalam kategori Ashoka Inovator for Public karena dia dianggap telah mampu melakukan inovasi dalam mengatasi persoalan pembauran melalui pendidikan.

Tapi Sofyan Tan tak hanya menekuni soal pendidikan untuk pembauran. Ia juga dikenal sebagai pembela ekonomi wong cilik yang vokal. Pada periode 1998 – 2004, dalam kapasitasnya sebagai Ketua Forum Daerah dan Forum Nasional UKM, ia banyak melakukan upaya memperluas jaringan bisnis UKM. Salah satu strategi yang dilakukan adalah dengan mendekatkan pelaku UKM dengan pengusaha Tionghoa. Sejumlah pengusaha Tionghoa bahkan akhirnya yang terlibat dalam kepengurusan Forum UKM. Bersama-sama dengan pengusaha UKM yang non Tionghoa, mereka aktif memperjuangkan Forum UKM untuk kemajuan usaha mereka. Advokasi juga dilakukan terhadap berbagai kebijakan pemerintah dan dunia perbankan, yang kebijakan-kebijakannya mendiskriminasi pelaku UKM.

Merespon bencana tsunami di Aceh, bersama sejumlah aktivis kemanusiaan, baik dari dalam negeri maupun luar negeri, Sofyan Tan aktif melakukan upaya untuk meringkan penderitaan korban yang selamat. Berbagai bantuan berhasill didatangkan dan didistribusikan ke korban. “Tapi kami tak hanya menyantuni korban, bersama Yayasan Ekosistem Lestari dimana saya menjadi ketuanya, kami mengembangkan pkredit mikro,”tambah Sofyan Tan. Sasarannya adalah warga yang mengalami cacat kaki sampai harus diamputasi karena menjadi korban bencana. Mereka berjumlah 41 orang, tersebar di Aceh dan Nias. Ke 40 korban ini telah memperoleh bantuan kaki palsu.

Bagi kalangan penyandang cacat fisik, menjalani kembali kehidupan mereka secara normal seperti sebelum mereka cacat, bukan hal yang mudah. Mereka banyak kendala psikologis. Misalnya kurang percaya diri, malu berinteraksi dengan tetangga. Walau secara fisik, dengan memakai kaki palsu, mereka terlihat seperti manusia normal, namun perasaan berbeda dengan manusia lainnya, kerap menghantui mereka. Hal tersebut mendorong YEL membuat program kredit mikro bagi para penyandang cacat. Rasa percaya diri korban dapat ditumbuhkan kembali jika mereka dapat memberi makna dalam lingkungan sosial mereka. Bekerja adalah fitrah manusia. YEL memberi modal kredit mikro sebesar Rp5 juta tanpa bunga, mereka merintis usaha kecil dengan beragam usulan sesuai potensi dan kemampuan yang dimiliki. Usaha yang dikelola sangat beragam, mulai dari mendirikan kios bensin eceran, berdagang emping melinjo, kios pangkas, panglong kayu sampai usaha tambal ban.

Program kredit mikro juga disalurkan untuk pengusaha UKM di Yogyakarta, termasuk bantuan 500 unit rumah untuk korban gempa. Di Nagan Raya, Aceh, bekerjasama dengan Caritas Internasional, YEL membangun rumah sakit bertaraf internasional yang menelan biaya tidak kurang 5 juta $.

Agro Techno Park

Di bidang lingkungan, aktivitas Sofyan Tan juga tak bisa disepelekan. Sudah puluhan orang utan berhasil dihutankan kembali ke habitat mereka di Jambi. Belum lama ini, kebun percontohannya di Bukit Lawang, yang dikelola lewat konsep pertanian selaras alam sejak 2006, dijadikan area Agro Technopark oleh Menteri Riset dan Teknologi pada Januari 2009. Sebelumnya pada Agustus 2008, bekerjasama dengan masyarakat Timbang Lawang, juga di sekitaran Bukit Lawang, Sofyan Tan berhasil membangun jembatan gantung sepanjang 150 meter yang melintasi Sungai Bohorok yang membelah Desa Timbang Lawang dengan dusun lain yang ada di bawah kaki Bukit Barisan. Pembangunan jembatan tersebut telah menggerakkan roda ekonomi masyarakat dari kedua desa.

Atas jasa-jasanya dalam memajukan pembangunan di Bukit Lawang, Ketua Kerapatan Adat Kesultanan Negri Langkat, Tuanku Azwar Abdul Djalil Rachmatsyah Al- Haj memberi piagam penghargaan. Soyan Tan merupakan tokoh masyarakat kelima yang dianggap berjasa dalam memajukan Kabupaten Langkat dan memperoleh penghargaan. Tokoh masyarakat lain diantaranya adalah Adhiyaksa Dault, Menpora RI, serta Prof. Dr. Djohan Arifin, Asisten Menpora.

Warung Baca untuk Mendidik Rakyat

Sofyan Tan memang tak pernah kering ide dan gagasan. Sejak pertengahan 2008, ia mengajak sejumlah dermawan untuk memfasilitasi pendirian “Waroeng Pintar” di tengah-tengah masyarakat Medan. Menurutnya, warung makanan dan minuman (ringan), atau sering disebut juga kedai minuman, biasanya dijadikan ruang untuk berinteraksi diantara sesama anggota masyarakat. Di warung, orang-orang saling bersosialisasi, bertukar informasi, berkeluh-kesah, berkelakar dan melakukan aktivitas-aktivitas kemanusiaan. Melihat potensi tersebut, Sofyan Tan tergerak untuk meningkatkan fungsi warung makan.

Konsep “Waroeng Pintar” adalah upaya menjadikan warung makan dan minum sebagai sumber untuk mencari pengetahuan dan informasi bagi para pelanggan dan masyarakat sekitar warung. Caranya dengan memberi tambahan fasilitas buku-buku bacaan, yang dapat dimanfaatkan secara gratis oleh pengunjung. Kelak, pengelola warung pintar juga dapat menyediakan akses internet murah untuk menambah pasokan informasi dari dunia maya. “Saat ini sudah ada 2 warung pintar di Medan,”jelasnya. Bantuan buku-buku terus-menerus mengalir dari berbagai kalangan masyarakat. Ia sendiri banyak menempatkan buku-buku yang diharapkan dapat mengilhami pengunjuung untuk saling menghormati perbedaan yang ada.

Membangun Rumah Kaum Nasionalis di Tengah Rakyat

Ihwal keterlibatannya di PDI Perjuangan, Sofyan Tan mengaku karena ada kesamaan visi-misi antara apa yang dikerjakan dirinya selama ini dengan partai berlambang banteng bermoncong putih tersebut. PDI Perjuangan dalam pandangannya merupakan satu-satunya partai politik yang menjadi tempat berlindung bagi mereka yang gandrung terhadap pluralisme. Di samping kegigihan partai tersebut dalam membela nasib wong cilik dan memberdayakan wong gedhe. “Hanya PDI Perjuangan yang selalu memulai kegiatannya dengan berdoa,”tegasnya.

Bapak 4 orang anak itu kini duduk sebagai Bendahara. Pada Pemilu 2009, ia memilih tak ikut mencalonkan diri sebagai caleg. Walau dalam kapasitas sebagai bendahara, ia sebenarnya memiliki peluang diajukan sebagai caleg. Sebagai pendatang baru, ia tidak ingin merusak sistem dan mekanisme internal parpol. “Konsentrasi saya di PDI Perjuangan sekarang untuk memperkuat konsolidasi kelembagaan partai ini dulu,”tambahnya. Ia juga mengaku terinspirasi dengan sikap Pramono Agung, Sekjen PDI Perjuangan, yang juga memilih untuk mengurus partai. “Kalau semua pengurus menjadi caleg, lantas siapa yang mengurus partai?”katanya.

Namun demikian, di luar partai, ia ingin memaksimalkan perannya untuk membangun rumah-rumah kaum nasionalis di tengah rakyat. Selain lewat Waroeng Pintar, yang direncanakan dapat direaliasi pada 21 kecamatan di Kota Medan, ia kini juga tengah menggagas klinik sehat. Tenaga medis dan dokter yang terlibat dalam program ini direncanakan berasal dari kalangan etnis Tionghoa. “Namun tidak menutup kemungkinan partisipasi dari etnis lain”,tambahnya. Partisipasi tenaga medis dan dokter dari kalangan etnis Tionghoa, sekaligus untuk membuktikan bahwa tenaga medis dan dokter dari kalangan etnis Tionghoa juga memiliki kepedulian terhadap nasib masyarakat marjinal di Medan.